Buka Pos Pelayanan Hukum, Kajari Basel Siap Melayani Tanpa Dibayar

Pembukaan Pos Pelayanan Hukum oleh Kajari Bangka Selatan, Mayasari di Kantor Desa Jeriji Kecamatan Toboali.(as/wb)
Pembukaan Pos Pelayanan Hukum oleh Kajari Bangka Selatan, Mayasari di Kantor Desa Jeriji Kecamatan Toboali.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan memaksimalkan fungsi pencegahan di tingkat desa dengan membuka pos pelayanan hukum di beberapa desa yang ada di kabupaten setempat. 

Sejauh ini sudah dua desa pos pelayanan hukum dibuka Kejari Basel, pertama di Desa Sadai Kecamatan Tukak Sadai. Dan pada Rabu (15/7/2020) pos pelayanan hukum dibuka di Desa Jeriji.

Pos pelayanan hukum bertujuan memaksimalkan fungsi pencegahan melalui program pendampingan desa agar meminimalisir persoalan hukum di desa. 

Disamping itu, Mayasari menyampaikan pos pelayanan hukum juga difungsikan untuk mengedukasi masyrakat di pedesaan terkait persoalan hukum. 

"Dengan adanya pos pelayanan hukum ini ingin  kami sampaikan kepada masyarakat akan fungsi lain dari fungsi penegakan yakni pencegahan dengan mengintensifkan  program edukasi kepada  masyarakat. Nanti pos pelayanan ini bisa untuk menjembatani masyarakat yang tengah ada persoalan. Kalau pengacara kan bayar, kalau kami tidak, kami siap melayani tanpa dibayar," ujar Mayasari kepada wartawan. 

Mayasari mengatakan, pendirian pos pelayanan hukum merupakan program bidang intelijen dan perdata tata usaha negara (Datun). 

Lebih lanjut dikatakannya dengan adanya pos pelayanan hukum lebih memudahkan  desa dan masyrakat di pedesaan mendapat informasi secara luas persoalan hukum, sehingga diharapkan meminimalisir para perangkat desa maupun masyrakat tersandung persoalan hukum. 

"Harapan kedepan komunikasi semakin baik lagi, dan jika kades perlu mengedukasi masyarakat persoalan hukum maka sampaikan ke kami maka kami siap hadir, tak hanya itu jika ada kesulitan atau sebagainya terkait persoalan hukum maka kami siap hadir . Mudah-mudahan lembaga kami semakin dipercaya, semakin bermanfaat dan dirasakan perannya oleh masyarakat," tuturnya.

Kades Jeriji, Iswandi, mengaku merasakaan manfaat  program Kejari pendampingan desa. Edukasi yang intens diberikan Kejari memudahkan menjalankan program pembangunan desa. 

"Salah satu contoh  pembangunan pabrik sawit, mereka tanggap melakukan pemdampingan. Ditambah ada pos pelayanan hukum ini semakin memudahkan masyarakat dan kami sendiri selaku perangkat desa," ungkap Iswadi. 

Sementara Ketua APDESI, Ahmad Basahir mengimbau kepada seluruh desa untuk intens berkomunikasi dengan pihak kejaksaan terkait aturan dan regulasi dalam menjalankan pemerintahan desa agar tidak ada yang tersandung persoalan hukum. 

" Pihak kejaksaan sudah membuka seluas-luasnya komunikasi sebagai bentuk pendampingan desa, pos pelayanam hukum ini saya pikir salah satu upaya peningkatan pelayanan yang diberikan kejari. Jadi saya harap perangkat desa maupun masyarakat tidak sungkan konsultasi dengan pihak kejaksaan," tukas  Basahir.(as/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE