Pemkot Pangkalpinang Bedah 168 Unit Rumah Tak Layak Huni

Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Sebanyak 168 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Pangkalpinang mendapatkan Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah di tahun 2020. Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Kota Pangkalpinang.

Jumlah keseluruhan dari RTLH tersebut, terdiri dari 44 unit rumah yang anggarannya bersumber dari dana APBD, dan 124 unit rumah dari dana DAK.

"Kalau dari dana DAK 124 unit. Kalau yang dari dana APBD sebanyak 44 unit," ungkap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Pangkalpinang, Miego, Selasa (7/7/2020).

Setiap RTLH dari dana DAK, kata dia, mendapatkan bantuan berupa bahan material sebesar Rp 15 dan Rp 2,5 juta upah dengan swakelola. Sedangkan dari APBD untuk peningkatan kualitas (PK) sebesar Rp 44 juta dan pembangunan baru (PB) sebesar Rp 67 juta.

"Dana DAK, sebesar 15 juta berupa bantuan material. Untuk APBD masing-masing, ada peningkatan kualitas atau rehab dan ada pembangunan baru. Sedangkan APBD untuk peningkatan kualitas (PK) sebesar Rp 44 juta dan pembangunan baru (PB) Rp 67 juta," jelas dia.

"Sistem dibuat kelompok, nanti mereka menentukan material yang akan dibutuhkan setiap rumahnya. Kemudian nanti mereka nunjukan toko materialnya," kata Miego.

Beberapa syarat untuk mendapatkan program rumah tidak layak huni antara lain, kondisi rumah tidak layak huni, tidak memiliki penghasilan dan berpenghasilan rendah.

"Rumah tidak layak huni dijadikan rumah layak huni untuk masyarakat, jadi masyarakat yang tidak punya penghasilan,  berpenghasilan rendah, dan kondisi fisik rumahnya," tuturnya.

"Hal ini merupakan program Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan mengentaskan rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni ataupun pemukiman kumuh," tukas Miego.(hen/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE