Suntik KB Jadi Favorit Pasutri di Beltim

ADVERTORIAL    •    Jumat, 03 Juli 2020 | 16:50 WIB
Lokal
Caption: Salah satu pasangan di Belitung Timur sedang melakukan suntik KB. (IST)
Caption: Salah satu pasangan di Belitung Timur sedang melakukan suntik KB. (IST)

MANGGAR, www.wowbabel.com -- Alat kontrasepsi Keluarga Berencana, suntik KB masih menjadi yang paling popular digunakan oleh pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan.

Lebih dari 50 persen Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Belitung Timur menggunakan suntik KB. 

Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim, Hayadi mengatakan hingga Mei 2020 jumlah Pasangan Usia Subur di Kabupaten Beltim mencapai 22.930 pasangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 18.894 pasangan menjadi akseptor KB aktif.

“Sisanya mereka belum ber-KB lantaran belum hamil atau masih ingin mempunyai keturunan. Bisa juga karena ingin nambah anak lebih dari dua,” kata Hayadi kepada Diskominfo Beltim di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2020).

Dari jumlah PUS yang menjadi akseptor KB aktif, Hayadi menyebutkan sekitar 62,2 persen atau 11.807 pasangan menggunakan KB suntik. Sedangkan di urutan ke dua PUS di Kabupaten Beltim memilih pil KB, dengan pengguna aktif 20,82 persen atau 3.934 pasangan.

Banyaknya peminat suntik KB lantaran biaya yang murah dan kecilnya resiko kehamilan dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Apalagi, waktu KB suntik 3 bulan menjadi lebih praktis dan mudah.

“Murah dan mudah penggunaannya dibanding kontrasepsi lain. Apalagi pasangan tinggal pilih mau yang satu bulan atau tiga bulan. Kalau pil KB kan harus dikonsumsi setiap hari,” jelas Hayadi.

Ketersediaan alat kontrasepsi di setiap fasilitas kesehatan juga sangat menetukan pilihan dalam ber KB. Karena di setiap bidan desa, bidan swasta maupun poskesdes hingga puskesmas alat kontrasepsi seperti suntik KB, pil KB, kondom, bahkan Intra-Uterine Device (IUD) atau spiral selalu tersedia.

“Semuanya gratis, pasangan bisa langsung memperoleh di bidan desa. Alhamdulillah selama ini persediannya pun selalu ada,” ungkap Hayadi.

Meski begitu, Hayadi menganjurkan setiap pasangan khususnya yang baru  menggunakan alat kontrasepsi KB untuk selalu berkonsultasi baik dengan penyuluh KB, bidan, muapun dokter sebelum memilih alat kontrasepsi.

“Harus, kan setiap kontrasepsi itu punya keuntungan, kekurangan dan efek samping. Makanya kita anjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan bidan ataupun dokter,” ujarnya. (adv/*)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL