Empat Pekerja Diberhentikan, Ini Penjelasan Senior Manager PT GPL

Puluhan warga Desa Mapur Kecamatan Riausilip yang sebagian besar terdiri dari petani sawit sekitar pukul 08.00 WIB 'menggeruduk' pabrik pengolahan Tandan Buah Sawit (TBS) PT Gunung Pelawan Lestari ( PT GPL), Rabu (24/6/2020).(dwi/wb)
Puluhan warga Desa Mapur Kecamatan Riausilip yang sebagian besar terdiri dari petani sawit sekitar pukul 08.00 WIB 'menggeruduk' pabrik pengolahan Tandan Buah Sawit (TBS) PT Gunung Pelawan Lestari ( PT GPL), Rabu (24/6/2020).(dwi/wb)

RIAUSILIP, www.wowbabel.com -- PT Gunung Pelawan Lestari (GPL) di Desa Mapur, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tidak menampik adanya pemberhentian pekerja di perusahaan tersebut. 

Apalagi, hal ini masuk dalam salah satu tuntutan masyarakat petani sawit  kepada PT GPL, ketika melakukan aksi massa berjumlah puluhan orang ke pabrik, yakni menjamin serapan tenaga kerja PT GPL yang luas dari masyarakat lokal untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. 

"Benar ada yang diberhentikan sebanyak empat orang, tapi dari satu kelompok itu ada 20 orang yang diajukan menjadi karyawan," kata Senior Manager PT GPL, Hamdi Anas ditemui awak media usai aksi massa di Riausilip, Rabu (24/6/2020). 

Lebih lanjut dikatakannya, terkait penerimaan pekerja apalagi menjadi karyawan perusahaan terus dilakukan evaluasi, berdasarkan kinerja dari outputnya, abensi dan lainnya. 

"Kami tidak pernah melihat siapa dan darimana, tapi semua itu secara profesional melalui evaluasi perusahaan," jelas Hamdi Anas. 

"Jika aksi ini terkait hal itu, seharusnya pekerja itu subjektifitasnya sangat tinggi, tapi kami sampaikan kepada masyarakat nantinya mengenai hal itu," ujarnya. 

Ditambahkannya, pekerja di PT GPL dari sebanyak 475 orang ada sekitar 200-an asal Desa Mapur berasal di tiga dusun, selebihnya juga ada dari desa lain seperti Desa Cit, Desa Sinar Jaya dan lainnya. 

"Ratusan pekerja ini terbagi dari security, tapi ada juga bagian lainnya seperti tenaga ahli, tapi untuk yang tenaga ahli melihat dari skill dan kemampuannya," tukas Hamdi Anas. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL