Norma Baru di Era New Normal

Tim_Wow    •    Sabtu, 06 Juni 2020 | 17:16 WIB
Opini
DR Ibrahim (Rektor Universitas Bangka Belitung).(ist)
DR Ibrahim (Rektor Universitas Bangka Belitung).(ist)


Oleh: DR Ibrahim (Rektor Universitas Bangka Belitung)


Tahapan New Normal secara substansial dimulai pada kebiasaan baru dalam tatanan pembudayan norma-norma baru. New Normal tidak berarti kembali ke kehidupan normal sebelumnya tanpa disertai sesuatu yang baru. New Normal tidak menjadi legalisasi kita untuk kembali keluyuran, nongkrong, kongkow-kongkow seperti sebelumnya. Diksi New Normal berarti dimulainya tatanan budaya baru dan interaksi antarwarga yang bergeser polanya menjadi terkontrol oleh protokol kesehatan dan pendisiplinan diri dan lingkungan kita.

Tidak mudah bagi pemerintah memutuskan untuk mengambil keputusan 'on' pada kehidupan kita. Selain resiko penularan yang meningkat, pertimbangan bahwa masyarakat kita mungkin tidak akan disiplin menjadi kekhawatiran. Namun tidak bisa juga dipungkiri bahwa menonaktifkan sebagian besar aktivitas masyarakat akan mengganggu stabilitas di berbagai dimensi kehidupan. Wabah Covid-19 telah  membawa teror membuat kita dan bangsa ini tidak berdaya. Bertahan terus di rumah dengan ketidakpastian yang meluas akan menimbulkan depresi massal dan tekanan akut. Kehidupan normal berubah menjadi abnormal dan kita kehilangan banyak peluang.

Di sisi lain, tidak banyak aktivitas yang bisa terus dikerjakan dari rumah, sementara kehidupan terus bergulir. Stop massal ini akan lama-lama mematikan sisi-sisi produktif dan inovatif banyak orang, termasuklah anak didik, pendidik, pedagang, dan pekerja sektor informal lainnnya. Maka tak ada pilihan selain tatanan baru dimulai. Inilah yang kita sebut dengan New Normal.

Tentu saja New Normal memiliki norma baru (New Norm). Setidaknya New Normal bersandar pada perubahan pola hidup dan pendisiplinan diri pada protokol kesehatan. Sensitivitas pada lingkungan dan orang-orang sekeliling kita agar peduli dan patuh pada norma bersama adalah hal lain yang harus diperhatikan. Pada tataran formulasi kebijakan, pemerintah harus menyiapkan perangkat yang aplikatif dan adaptif dengan norma baru tersebut. Konten dan konteks adaptasi perlu dipersiapkan dengan cepat dan matang agar New Normal menemukan aplikasi yang tepat. 

Pilihan untuk work from home, physical distancing, dan bekerja berbasis jaringan internet adalah situasi yang harus diadaptasi. Prinsipnya, yang mau membatasi diri dipersilahkan, tapi pemerintah harus menjamin sendi-sendi aktivitas dapat tetap terjaga dan berdaya. Ketahanan ekonomi kita mengalami titik balik dengan pandemi ini, maka adaptasi baru harus dilakukan.(wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE