Paket Bantuan PT RBA untuk Lansia dan Duafa di Basel dan Belitung

Abeng    •    Rabu, 20 Mei 2020 | 22:20 WIB
Lokal
PT RBA Akan melakukan Bedah rumah nenek Ichi, warga desa Facar Indah kecamatan Pulau Besar kabupaten Bangka Selatan. (Albana/wowbabel)
PT RBA Akan melakukan Bedah rumah nenek Ichi, warga desa Facar Indah kecamatan Pulau Besar kabupaten Bangka Selatan. (Albana/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- PT Ration Bangka Abadi (RBA) pengelola Kawasan Industri Sadai Kabupaten Bangka Selatan kembali menyalurkan bantuan bagi warga tak mampu. Paket bantuan berupa bahan pokok untuk 150 kepala keluarga di Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan bekerjasama dengan Kapolsek dan Danposmad TNI AL Pulau Besar. Sedangkan 200 paket bekerjasama dengan Lanud Tanjungpandan untuk dibagikan kepada warga di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

"Hari ini kembali PT RBA bagikan  bantuan paket kebutuhan pokok sebanyak 350 paket di Basel, Belitung, dan Beltim," kata Vindyanto Purba, Dirut PT RBA saat pembagian paket secara simbolis di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Selasa (19/5/2020).

Vindyanto menambahkan, pada hari yang sama, PT RBA bekerjasama dengan Lanud Tanjungpandan membagikan 200 paket sembako di Pulau Belitung.

"PT RBA bersinergi dengan semua pihak untuk membagikan bantuan paket sembako ini sehingga benar-benar sampai ke penerima  dan bisa sedikit meringankan beban mereka," ujar Vindyarto.

Para penerima bantuan paket sembako umummya para lanjut usia di Desa Fajar Indah, Desa Pulau Besar, dan Desa Batu Betumpang.

 Berikut  diantara penerima paket RBA di Desa Fajar Indah :


1. Ichi  (55) nenek 1 cucu ini sudah setahun lebih ditinggal sang suami. Ichi kini tidak dapat beraktifitas setelah 3 tahun lalu matanya tak dapat melihat. Dia tinggal bersama anak sulungnya menempati rumah papan beratap plastik. Ichi bersama sang suami ikut transmigrasi ke Batu Betumpang tahun 1990 dari Ciamis Jawa Bara.  Di rumah papan ini Ichi dirawat putranya Tedy yang bekerja serabutan. Selain Ichi Tedy juga mengurus abangnya yang menyandang disabilitas.


2. Nuryani (70) hidup sebatang kara setelah ditinggal sang suami tiga tahun silam. Sementara sang anak tinggal di Desa Lubuk. Nuryani masih mengandalkan sebagai tenaga upahan di kebun untuk bertahan sehari-hari. 


3. Erna (44) sejak Januari cuma terbaring di lantai rumah akibat stroke. Dia diurus Santoso (49) sang suami. Pasangan asal Lampung ini sudah 5 tahun menetap di Fajar Indah menempati rumah papan. Mengandalkan  BPJS kesehatan setiap bulan Santoso membawa sang istri untuk menjalani kontrol dokter di RSUP di Air Anyir.


4. Opan Sopandi  (78) transmigran asal Cianjur Jawa Barat. Sejak menjadi transmigran kakek  Opan tidak pernah lagi melihat kampung halamannya. Kini dia tinggal bersama anaknya di Fajar Indah. Karena usia, Kakek Opan mengandalkan bantuan anak-anaknya untuk makan sehari-hari. (*)



MEDSOS WOWBABEL