Data Semerawut, Penerima Bansos di Bangka Barat Kebagian Dobel

Ilustrasi
Ilustrasi

MUNTOK, www.wowbabel.com - Bantuan Sosial (Bansos) yang disalurkan oleh pemerintah daerah Bangka Barat diduga menjadi pemicu konflik sosial di masyarakat.

Pasalnya akibat bantuan sosial tidak merata dan penerimanya tumpang tindih menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial di masyarakat.

Banyak masyarakat yang justru menyalahkan perangkat paling bawah pemerintahan yakni Lurah/Kades, dan RT/RW karena bansos yang disalurkan hanya didapat oleh penerima ganda.

Hal ini diakui oleh salah satu Ketua RT 01/RW 03 Kelurahan Menjelang, Deni menyebutkan dirinya disibukkan dengan penyaluran bansos dampak Covid-19 oleh pemerintah daerah.

"Ada benturan dengan masyarakat yang masalah bansos bansos yang tumpang tindih data," ujar Deni, Rabu, (20/05/2020).

Deni mengatakan pemerintah daerah tidak update data sehingga disinyalir datanya main tembak saja.

"Kalau bisa itu update data, datanya itu sebisanya jangan tembak-tembakan, karena dia timpang tindih ini orang dapat sering berkali-kali yang tidak dapat hah gitukan," ucapnya.

Deni menuturkan data yang disalurkannya hanya mengikuti yang sudah ditetapkan pemerintah bukan data dari bawah yang menurutnya berbeda kenyataannya.

"Saya kasihannya itu pihak kelurahan pak, kelurahan itu ibarat kami tengah kami nekan ke kelurahan dari atas nekan ke kelurahan," ungkap Deni.

Deni menyebutkan yang tahu kondisi warga itu bukan Dinas melainkan yang berada paling dekat dengan warga itu yakni perangkat kelurahan/desa dan RT/RW.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE