Didit : Pemprov Babel Sewa dan Bayar Pemeriksaan Swab PCR

Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Perkembangan Covid-19 terus menjadi perhatian DPRD Bangka Belitung (Babel), seperti pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tim Gugus Tugas Babel serta OPD Pemprov Babel lainnya.

Pasalnya, tak sedikit anggaran yang digelontorkan dalam penanganan pandemi wabah ini.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, seusai memimpin RDP, menjelaskan beberapa hal dalam penanganan Covid-19, menjadi perhatian pihaknya terkhusus pemeriksaan Swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan Pemprov Babel.

"Bukan lewat pengadaan, diketahui Swab PCR didatangkan dengan menjalin kerjasama dengan Nasional Hospital Surabaya dengan sistem kontrak. Dimana setiap pemeriksaan dikenai biaya," kata Didit Srigusjaya di Pangkalpinang, Selasa (5/5/2020).

"Jadi ternyata itu (alat Swab PCR) di sewa, setiap pemeriksaan harus membayar Rp 2,5 juta sedangkan rapid test Rp 400 ribu," ujarnya.

DPRD mempertanyakan anggaran untuk membayar biaya tersebut, sebab dalam pengganggaran sebelumnya tak ada biaya untuk membayar pemeriksaan tersebut.

"Dan terjawab, bahwa biaya pemeriksaan ini ditanggung oleh dana donasi pihak swasta yang terkumpul rekening Babel Peduli sebesar Rp 3,4 milar," jelas Didit.

"Untuk kualitas dijelaskan ini sudah teruji, hanya kami sayangkan ada unsur bisnis di sini, dimana alatnya sewa dan dibayar," tukasnya.

Sementara, Kepala Dinkes Babel, drg Mulyono Susanto, dalam RDP menjelaskan pembayaran pemeriksaan Swab PCR itu sesuai dengan kontrak kerjasama.

Pihaknya belum bisa melakukan pengadaan sendiri mengingat peralatan berasal dari luar negeri.

"Order peralatan itu tidak bisa dijanjikan," jelas Mulyono.

Meski telah dianggarkan, pihaknya berinisiatif penggunanaan dana Rp 1,8 miliar sebelumnya akan dialihkan dalam penanganan lainnya, seperti mempersiapkan asrama haji dengan standar yang telah ditentukan sebagai tempat karantina.

"Rencananya akan kami alihkan ke penanganan yang lain," pungkas Mulyono di hadapan anggota dewan.(dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE