Fundamentalisme Kartini Dalam Perjuangan Milenialisme

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 21 April 2020 | 14:34 WIB
Opini
Suhargo, mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Bangka Belitung.(ist)
Suhargo, mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Bangka Belitung.(ist)

"Perempuan Milenial adalah putri dari rahim Ibu Pertiwi, kelahirannya adalah untuk berjuang pada negeri pertiwi, Indonesia."

 

Oleh : Suhargo (mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Bangka Belitung

 

Pada era modren yang dipacu oleh derasnya arus globalisasi. Teknologi dan kemajuannya hingga kini membawa manusia masuk pada era 4.0 (four point zero). Kemajuan dan perkembangan teknologi ini membawa ledakan besar yang melahirkan evolusi "echo boomers". Echo boomers ini sendiri hadir dikarenakan adanya peningkatan besar pada teknologi digital yang juga memunculkan kaum milenialisme sebagai implikatif dari suasana booming teknologi digital.

Perkembangan generasi milenial hampir merasuki seluruh bagian dunia, terutama dengan derasnya perkembangan teknologi digital. Termasuk Indonesia pada dewasa ini yang salah satunya kerab kali menggaungkan generasi milenial sebagai kaum perubahan menuju generasi Z dan Alpha hingga generasi selanjutnya.

Milenial sendiri secara tidak langsung merupakan populasi manusia yang dianggap sebagai generasi yang memiliki pemikiran terbuka dan luas. Milenialisme (paham milenial) juga membawa pola pemikiran secara gender yaitu baik  perempuan maupun laki-laki milenial dianggap mampu untuk bersaing satu sama lain tanpa ada deskriminasi gender.

Di Indonesia semangat generasi milenial, terutama kaum perempuan tidak dapat lepas dari pengaruh para tokoh-tokoh bangsa yang ikut andil dalam memperjuangkan derajat perempuan. Salah satunya adalah Dewi Sartika yang merupakan pejuang perempan pada masanya. Hingga yang paling menonjol dan kiprah perjuangannya selalu dikenang adalah R.A Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita.

Bahkan R.A. Kartini pada masa kini, Kartini menjadi sosok yang penting karena beliau adalah pejuang kesetaraan gender pertama yang pernah ada di Indonesia. R.A Kartini membuka lebar-lebar pintu emansipasi bagi perempuan, yang mana pemikiran-pemikirannya masih mengakar hingga kini dikalangan masyarakat.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE