Polda Babel Terus Buru Pemilik Green Zone

Firman    •    Selasa, 10 Maret 2020 | 20:25 WIB
Lokal
Green Zoon atau game online, yang berada di kawasan Kelurahan Bukit Intan, Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang, Kamis (13/2/2020) malam digerek Tim Bareskrim Mabes Polri.(dok)
Green Zoon atau game online, yang berada di kawasan Kelurahan Bukit Intan, Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang, Kamis (13/2/2020) malam digerek Tim Bareskrim Mabes Polri.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Penyidik Subdit III Jatanras Polda Bangka Belitung (Babel) masih terus melanjutkan perkara kasus, arena judi ketangkasan Green Zone yang berkedok game online.

Arena judi ketangkasan Green Zone tersebut, digerebek oleh Unit Tim Bareskrim Mabes Polri, yang berkoordinasi dengan Polda Babel, dan Polres Pangkalpinang , Kamis (13/2/2020) malam.

Hingga saat ini penyidik Polda Bangka Belitung (Babel) telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka dalam kasus judi ketangkasan Green Zone tersebut.

Kabid Humas Polda Bangka Belitung (Babel) AKBP Maladi mengatakan, perkara masih tetap lanjut, dan tersangka belum bertambah.

"Tersangka masih tetap yang kemarin dan pihak penyidik kepolisian akan terus melakukan pendalaman siapa pemilik Green Zone itu, dan kita tidak akan berhenti di sini saja," kata Kabid Humas Polda Babel AKBP Maladi, Selasa (10/3/2020).

Selain itu, dijelaskan AKBP Maladi, pihak penyidik masih terus berupaya memburu pemilik atau pun pemodal dari Green Zone tersebut.

"Kita sebelumnya, sudah memanggil orang yang ada di surat izin Green Zone tersebut, tapi pemanggilan yang pertama tidak datang, dan kita pun sudah mengirimkan kembali surat pemanggilan yang kedua terhadap nama yang ada di surat izin ersebut," tutur Kabid Humas.

Ditambahkan AKBP Maladi, pihaknya berharap pemanggilan yang kedua nama yang ada di surat izin itu, bisa datang. Namun pihaknya belum bisa memastikan nama yang ada di surat izin tersebut apakah pemilik atau penanggung jawab atau pun pemberi modal.

"Untuk berkas perkara sudah kita kirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan saat ini berkas tersebut masih dipelajari oleh pihak Jaksa," ungkapnya.

"Sedangkan barang bukti yang diamankan saat penggerebekan, seperti 8 unit mesin ketangkasan, masih kita amankan di lokasi, dan sejumlah pemain yang ikut dimanakan pun waktu itu masih wajib lapor," tukas AKBP Maladi.(fn/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL