Program Bangga Kencana 2020 Sasar Generasi Milenial

Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Novotel Pangkalanbaru, Rabu (4/3/2020).(ist)
Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Novotel Pangkalanbaru, Rabu (4/3/2020).(ist)

PANGKALANBARU, www.wowbabel.com -- Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat kerja daerah (Rakerda).  Program Bangga Kencana Tahun 2020, sebagai  salah satu wujud keseriusan tugas dan fungsi BKKBN dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang, guna mendukung tercapainya Indonesia maju Yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.  

"Kita harap Rakerda ini dapat memberikan sinergisitas program dan kegiatan antara pemerintah provinsi dan daerah," kata Plt Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Fazar Supriadi, di Novotel, Rabu (4/3/2020).

Ia mengatakan, tema rakerda program Bangga Kencana tahun ini adalah “Bangga Kencana dalam Era Milenial Untuk Indonesia Maju, Sejahtera dan Berkeadilan”, yang bertujuan untuk menyegarkan komitmen dan peran serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun seluruh mitra kerja BKKBN, dalam peningkatan akses dan kualitas program Bangga Kencana di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rakerda ini menghadirkan narasumber dari Kepala BKKBN dengan topik materi "Program Bangga Kencana di era milenial", Dirjen Bangda (Kementerian Dalam Negeri) yang membawakan materi “Harmonisasi Kewenangan dan  Sinergitas Pendanaan Program Bangga Kencana”, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan topik “Strategi Penurunan AKI dan Stunting Melalui Program Bangga Kencana”.

"Secara  umum  gambaran capaian  Program  KKBPK (Bangga Kencana) di Babel tahun 2019, berdasarkan hasil survei kinerja dan akuntabilitas kinerja pemerintah (SKAP) program KKBPK tahun 2019 menunjukkan bahwa TFR Babel sebesar 2,30,"ungkapnya.

Kondisi ini mengalami peningkatan sangat sebesar 0,05 bila dibandingkan dengan hasil SKAP tahun 2018 Babel sebesar 2,25. Untuk angka presentase pemakaian KB cara modern di Babel sebesar 59,58 persen.

Sedangkan untuk angka kebutuhan KB yang belum terpenuhi (unmet need) adalah sebesar 8,3 persen. Tantangan dan masalah lain yang dihadapi adalah angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang cenderung tinggi dan merupakan tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 29,96 persen.

"Kami sadari masih banyak yang harus  segera ditindaklanjuti dengan berbagai percepatan program dan kegiatan prioritas. Tidak hanya pada level provinsi dan kabupaten atau pun kota saja, tetapi justru  bagaimana implementasi di ujung  tombak yaitu di lapangan, yang secara langsung dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah yang hadir membuka Rakerda BKKBN Babel mengatakan, program Bangga Kencana adalah transformasi dari Program KKBPK yang sebelumnya sudah dicanangkan oleh BKKBN.

"Sasaran dari Program Bangga Kencana memang berbeda dengan KKBPK, karena Bangga Kencana lebih menuju pada generasi milenial, berbeda dengan KKBPK yang sasarannya ke kaum komunitas,"katanya".

Oleh karena itu, melalui Rakerda ini, sesuai temanya diharapkan kaum milenial juga bisa melakukan kegiatan yang sama  menunjang kearah SDM yang sangat  berkualitas.

"Kita membangun SDM ini dengan dua jalan. Agar kegiatan ini menjadi nyata, kita harap ada suatu kolaborasi dan persamaan persepsi. Semoga sasaran program tercapai dengan baik sehingga mampu mewujudkan manusia berkualitas," tukasnya.(ril/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE