Datangi Camat, Puluhan Nelayan Belo Laut kembali Tolak KIP

Chairul Aprizal    •    Minggu, 23 Februari 2020 | 11:14 WIB
Lokal
Nelayan Desa Belo Laut saat menyampaikan aspirasinya di Kantor Camat Muntok.(rul/wb)
Nelayan Desa Belo Laut saat menyampaikan aspirasinya di Kantor Camat Muntok.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Puluhan Nelayan Desa Belo Laut kembali mengeluhkan keberadaan KIP yang telah menganggu hasil tangkapan para nelayan tersebut.

Sebanyak 36 orang didampingi Kades Belo Laut dan perangkat desa mendatangi Camat Muntok Sukandi, Sabtu (22/02/2020) di Kantor Camat Muntok.

Salah satu nelayan Belo Laut, Mansur menyampaikan bahwa limbah KIP seperti Kayu-kayu, lumpur, dan sebagainya membuat kotor jaring atau pukat nelayan.

"Kami masyarakat nelayan selama ini masalah limbah kapal, kami ini Belo Laut desa pesisir masyarakat ini banyak nelayan," ujarnya.

Sutarmin nelayan lainnya juga mengungkapkan tidak ingin dibuat hukum laut dan meminta KIP yang dinilai punya perusahaan yang memiliki uang banyak untuk berhenti beraktivitas saja karena mengganggu.

"Seperti ikan hiu,makan ikan kakap, ikan kakap makan ikan tenggiri, ikan tenggiri makan ikan tamban, jadi kami ingin makan apa kalau jadi ikan tamban kalau sudah habis laut kami," tukasnya.

Jamhir menambahkan semenjak masuknya KIP ini selalu membuat resah dan rusuh nelayan. Pasalnya dulu pernah ada KIP masuk perairan Desa Belo Laut namun warga boikot jalan sehingga berhenti dan sekarang kembali meresahkan.

"Semenjak ada KIP, kami rusuh cemana solusinya itulah, diberhentikan saja lah itulah tidak ada yang lain," imbuhnya.

Ketua BPD Belo Laut Amri mempertanyakan dulu pernah ada perjanjian agar aktivitas KIP tidak lagi beroperasi tapi nyatanya masih ada meskipun di perairan Kelurahan Sungai Baru namun dampaknya ke nelayan Belo Laut.

"Dulukan pernah ada janji tidak akan beroperasi lagi, saya bawa surat perjanjian itu, dan setahu saya kelurahan Sungai Baru itu tidak memiliki laut sejak kapan ada laut, apalagi digaris ini nyatanya tidak lurus wilayahnya,"ungkapnya.

Amri menerangkan seharusnya KIP tidak diperbolehkan beroperasi di wilayah tangkapan nelayan.

"Kenapa bisa KIP masuk padahal Kelurahan Sungai Baru setahu kami tidak memiliki laut, setelah penolakan kami ini mulai lah baru ada perairan Kelurahan Sungai Baru," tukasnya.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL