Pemkot Pangkalpinang dan Warga Harus Selamatkan DAS Rangkui

Hendri Dede wow    •    Selasa, 11 Februari 2020 | 16:15 WIB
Lokal
Penertiban  tambang ilegal di kawasan DAS Rangkui.(hen/wb)
Penertiban tambang ilegal di kawasan DAS Rangkui.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Menanggapi maraknya keberadaan tambang ilegal yang beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) Rangkui Kota Pangkalpinang, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Bangka Belitung, Jessix Amundian menegaskan daerah aliran sungai tidak dibenarkan untuk di tambang.

Apalagi DAS Rangkui merupakan DAS yang melintasi kota, Jessix menyatakan pemerintah juga mengatur terkait DAS ini, mulai dari PP Nomor 37 Tahun 2012, Perda Nomor 10 Tahun 2016, Pergub Nomor 1 Tahun 2018.

Pemukiman-pemukiman yang berada disekitar kawasan DAS Rangkui merupakan dataran rendah di Kota Pangkalpinang yang sangat rentan apabila terjadi sedimentasi akibat tambang, hujan lebat, dan tingginya pasang air laut. Sehingga hal tersebut dapat menyebabkan banjir.

"Pemkot bersama masyarakat di kawasan DAS Rangkui harus tegas dan aktif  menyelamatkan keberadaan DAS Rangkui mengingat keberadaan DAS Rangkui memiliki fungsi pokok dalam melindungi masyarakat Kota Pangkalpinang dari bencana seperti banjir," ujar Jessix, Selasa (11/2/2020).

Berdasarkan perda RTRW Kota Pangkalpinang Nomor 1 Tahun 2012, rencana pola ruang wilayah Kota Pangkalpinang tidak diperuntukkan untuk pertambangan, tapi mengedepankan fungsi kawasan lindung dan kawasan budidaya.

"Oleh karena itu aktivitas tambang tambang di DAS rangkui sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar dan ekosistem yang dilindungi," tukas Jessix.(hen/wb)

Halaman