Senada, Dewan dan Gubernur Belum Memberikan Tanggapan Atas Desakan Pembatalan Raperda RZWP3K

Endi    •    Senin, 30 Desember 2019 | 20:21 WIB
Lokal
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sempat terlihat berada di Gedung DPRD Babel, namun tidak memberikan komentar terkait desakan aksi massa mendesak pembatalan Raperda RZWP3K. (dag/wowbabel)
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sempat terlihat berada di Gedung DPRD Babel, namun tidak memberikan komentar terkait desakan aksi massa mendesak pembatalan Raperda RZWP3K. (dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Aksi gabungan nelayan, mahasiswa dan Walhi Bangka Belitung (Babel), diawali long march menuju Gedung DPRD Babel, yang sedang menggelar rapat paripurna dan dihadiri gubernur Babel Erzaldi Rosman, Senin (30/12/2019).

Massa yang datang sempat tertahan di gerbang masuk Gedung DPRD, lantaran terhalang pagar dan aparat. Kondisi ini memaksa demonstran menyampaikan aspirasinya di luar gedung rakyat, meskipun terik sinar matahari siang menerpa mereka.

Dalam aksinya, massa menuntut agar Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dibatalkan dan tidak disahkan, karena dokumen final yang saat ini sedang berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan, dinilai sarat kepentingan dan keberpihakan terhadap penambang timah, serta mengancam wilayah tangkap nelayan tradisional.

Massa mendesak agar gubernur dan DPRD Babel menunda pengesahan raperda tersebut dan melakukan pembahasan ulang terhadap dokumen final RZWP3K, karena didalam dokumen final itu, sebagian besar wilayah tangkap nelayan masuk dalam zona wilayah pertambangan dan hanya akan memicu konflik antara nelayan dengan penambang.

Setelah beberapa perwakilan demontran bertemu anggota dewan, akhirnya mereka dipersilahkan masuk dan berdiskusi di ruang paripurna.

"Kami meminta wilayah tangkap ikan nelayan zero tambang, kami meminta penegakan hukum terkait aktivitas tambang ilegal," kata Mardianaputra selaku koordinator aksi.

wowbabel.com

Halaman