Terendam Limbah TI, Ratusan Pohon Karet Milik Pariadi Terancam Mati

Aston    •    Kamis, 26 Desember 2019 | 15:20 WIB
Lokal
Kebun karet milik Pariadi di kawasan Parittiga Kecamatan Toboali sudah dua pekan terendam limbah tambang.(as/wb)
Kebun karet milik Pariadi di kawasan Parittiga Kecamatan Toboali sudah dua pekan terendam limbah tambang.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com --  Kebun karet milik warga Toboali, di kawasan Parittiga Kecamatan Toboali,  Kabupaten Bangka Selatan tercemar limbah tambang timah dan terancam mati.

Pantaun langsung awak media ke lokasi, tingkat pencemaran terbilang cukup parah. Air bercampur lumpur limbah tambang merendam seluruh kebun karet seluas satu hektare tersebut.

Tinggi air limbah mencapai selutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik mencapai hampir sepinggang orang dewasa.

Pemilik kebun, Pariadi (62) didampingi sang istri Ernawati mengaku, kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Menurut warga Sukadamai tersebut bahwa, limbah itu berasal dari aktivitas tambang timah yang beraktivitas tak jauh dari lokasi kebun mereka.

"Beginilah pak kondisinya, bapak-bapak lihat langsung, semua tercemar tailing (limbah tambang--red)," keluh Pariadi kepada Wartawan.

Lelaki paruh baya itu mengatakan, usia karet miliknya itu sudah berusia sembilan tahun dan sudah masa produksi. Karetnya itu pun merupakan bibit karet unggul.

"Semuanya bibit unggul, dulu pas tanam sebanyak seribu batang tapi ada mati, sisanya sekitar delapan ratus batang," kata Supardi.

Menurutnya, limbah tambang itu akibat salah satu dam pembuangan limbah aktivitas tambang timah yang jebol, sehingga mencemari kebun karetnya itu.

"Kalau kondisisnya sudah begini pasti mati, sekarang saja sudah sebagian mulai mati. Saya minya pihak tambang bertanggungjawab," harapnya.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL