Sadai Masuk 19 KI Prioritas RPJMN 2020-2024

Tim_Wow    •    Senin, 09 Desember 2019 | 13:56 WIB
Nasional
Gubernur Provunsi Bangka Belitung dan Bupati Bangka Selatan dilibatkan Kementerian Perindustrian dalam acara Temu Dialog Menteri Perindustrian  dengan Kawasan Industri Prioritas. Gubernur dan Bupati hadir bersama 32 kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam 19 KI Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.(ist)
Gubernur Provunsi Bangka Belitung dan Bupati Bangka Selatan dilibatkan Kementerian Perindustrian dalam acara Temu Dialog Menteri Perindustrian dengan Kawasan Industri Prioritas. Gubernur dan Bupati hadir bersama 32 kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam 19 KI Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.(ist)

PANGAKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Gubernur Provunsi Bangka Belitung dan Bupati Bangka Selatan dilibatkan Kementerian Perindustrian dalam acara Temu Dialog Menteri Perindustrian  dengan Kawasan Industri Prioritas. Gubernur dan Bupati hadir bersama 32 kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam 19 KI Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Setelah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020 oleh Bappenas, KI Sadai di Bangka Selatan masuk dalam KI prioritas di RPJMN 2020-2024. Saya bersama Pak Bupati Bangka Selatan dan PT RBA sebagai pengelola KI Sadai diundang Kemenperin untuk mengikuti dialog Kawasan Industri Menjawab Tantangan Investasi Melalui Hilirisasi Sumber Daya Alam," kata Erzaldi, Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Senin (9/12/2019).

Erzaldi dan Justiar hadir bersama 32 kepala daerah yang masuk dalam KI Prioritas RPJMN 2020-2024 akan memantapkan program pemerintah pusat dalam mengatasi perekonomian negara. 

"Sebelum kegiatan di KI Sadai berjalan karena masuk RPJMN, maka kementerian menganggap perlu kesamaan persepsi menyangkut kewenangan pusat dengan daerah dalam rangka pengelolaan 19 KI  yang menjadi prioritas TPJMN," tukas Erzaldi.

Forum dialog dengan Kemenperin akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, akan dimanfaatkan oleh Erzaldi untuk meyakinkan pemerintah jika KI Sadai sudah siap menerima investasi di bidang industri hliir SDA, seperti pertambangan, perikanan dan kelautan, dan perkebunan.

"Sudah ada calon investor yang siap masuk ke KI Sadai dibidang hilirisasi SDA. Pengelola KI Sadai juga bekerjasama dengan Block Chain memasukkan Sadai dalam jaringan investasi global sehingga makin meyakinkan calon investor keberadaan KI Sadai yang masuk dalam prioritas RPJMN ," tukas Erzaldi. (*)

Halaman