Sadai dan Tanjung Sangkar Kesulitan Air Bersih

Aston    •    Minggu, 08 Desember 2019 | 21:42 WIB
Lokal
Kondisi air yang berasal dari sumur warga desa Tanjung Sangkar. (Astoni/wowbabel)
Kondisi air yang berasal dari sumur warga desa Tanjung Sangkar. (Astoni/wowbabel)

TUKAK SADAI, www.wowbabel.com - Ribuan warga pesisir di Kecamatan Tukak Sadai dan Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masih kesulitan air bersih. Bahkan, tidak sedikit masyrakat harus merogoh kantong untuk mendapatkan air bersih.

Udin salah satu Warga Desa Sadai mengatakan, kondisi air di daerah setempat yang merupakan daerah pesisir pantai tidak layak digunakan apalagi untuk dijadikan air konsumsi. 

"Untuk kebutuhan mandi dan cuci kita pakai PAM, tapi untuk masak kita harus beli karena air PAM keruh gak berani buat masak nasi apalagi untuk air minum," ujar Udin kepada wowbabel.com, Sabtu (7/12/2019).

Untuk kebutuhan air masak, Udin dan warga desa setempat terpaksa harus merogoh kantong untuk mendapatkan kualitas air yang layak untuk dikonsumsi. 

"Biasa kita beli satu gerobak dua puluh lima ribu rupiah," ungkapnya. 

Kesulitan akan air bersih masyarakat pesisir Sadai kian bertambah ketika musim kemarau tiba. Tak hanya air konsumsi, air PAM yang mereka gunakan sehari-hari untuk kebutuhan mandi dan mencuci tak lagi mengaliri rumah-rumah warga pesisir setempat. 

"Kemarau sebentar sudah kering, kalau musim hujan keruh tidak bisa untuk air masak dan minum, beginilah keadaan kami, kalau ditanya apa butuh air bersih sangat butuh," harapnya. 

Kondisi itu juga dirasakan masyarakat pesisir Desa Tanjung Sangkar, Kecamatan Lepar Pongok. Masyarakat setempat tidak bisa menggunakan air sumur mereka untuk air konsumsi.

"Kalau air minum kami ngambil dari kebun, kalau air sumur tidak bisa dikonsumsi karena rumah warga disini daerah pesisir pantai semua," ujar Rudi Hartono Warga Desa Tanjung Sangkar. 

Kepala Desa Tanjung Sangkar, Iswandi Sastra menuturkan, ada sumur PAM di daerah air hitam untuk kebutuhan air bersih yang dibangun pemerintah. Hanya saja, sumur tersebut mudah kering ketika musim kemarau. 

"Dan tahun kemarin ada dibangun PAMSIMAS program pemerintah pusat, hanya belum bisa dimanfaatkan warga kamk karena belum ada aliran listriknya sehingga belum bisa dioperasionalkan," Kata Iswandi Sastra. 

Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah pusat , program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. (Astoni/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL