Kejaksaan RI Mengeksekusi Barang Bukti Uang Rp477 Miliar Terpidana Kokos Jiang

Tim_Wow    •    Jumat, 15 November 2019 | 17:09 WIB
Nasional
Jaksa Agung memperlihatkan barang bukti uang yang berhasil dieksekusi dari terpidana Kokos. (Ist)
Jaksa Agung memperlihatkan barang bukti uang yang berhasil dieksekusi dari terpidana Kokos. (Ist)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Kejaksaan Republik Indonesia melakukan eksekusi barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp477.359.539.000 (empat ratus tujuh puluh tujuh milyar tiga ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh sembilan rupiah).

Hal ini terungkap dalam konferensi pers Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, di Sasana Pradhana Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Eksekusi barang bukti perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana KOKOS JIANG alias KOKOS LEO LIM selaku Direktur Utama PT TANSRI MADJID ENERGI (PT. TME) berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor :3318K/Pid.Sus/2019 tanggal 17 Oktober 2019 yang menyatakan dalam amarnya menyatakan terdakwa KOKOS JIANG Als. KOKOS LEO LIM telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “korupsi secara bersama-sama”.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.  Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.477.359.539.000,- (empat ratus tujuh puluh tujuh milyar tiga ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh sembilan rupiah) yang dikompensasikan dengan uang yang dititipkan oleh terdakwa kepada Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI jakarta di Rekening Nomor 0700771126 pada Bank BNI Kantor Cabang Pembantu Tempo Scan Tower, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan sebesar Rp. 477.359.539.000,- (empat ratus tujuh puluh tujuh milyar tiga ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh sembilan rupiah)," demikian bunyi amar putusan Mahkamah Agung RI yang dibacakan Jaksa Agung, ST Burhannudin.

Terdakwa Kokos Lim sendiri saat ini sudah dijebloskan ke Lapas Klas I CIpinang.

"Tahap Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang Telah Memiliki Kekuatan Hukum Tetap (Inkraht) berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Nomor Print: 1303/M.1.14/Fu.1/11/2019 tanggal 08 November 2019 dan Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan (Pidsus-38) tanggal 11 November 2019, terpidana terdakwa Kokos Jiang Alias Kokos Leo Lim telah di eksekusi dengan cara dimasukkan ke Lapas Klas I Cipinang Jakarta Timur," lanjut Jaksa Agung.

Perkara Kokos sebagai Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (TME) ialah tindak pidana korupsi dalam perjanjian kerja sama antara PT PLN Batubara dengan PT TME dalam pengadaan batu bara.

Barang bukti ini sendiri dikompensasikan dengan uang yang dititipkan oleh terdakwa kepada penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Dalam proses perjanjian kerja sama itu banyak hal yang tidak sesuai dengan undang-undang," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Warih Sadono di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Hanya Rp100 miliar yang dipajang pada konferensi pers hari ini. Seharusnya kepada PT TME tidak dilakukan pembayaran, namun PT PLN Batubara membayar Rp477.359.539.000.

Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam keputusannya tanggal 17 Oktober 2019 menyatakan uang ini sebagai pidana tambahan terhadap Kokos.

"Diputuskan oleh Mahkamah Agung untuk dirampas untuk negara," kata Warih.

Berkaitan dengan kasus ini, Jaksa Agung Burhanuddin mengatakan, masih ada satu kasus tuntutan terpisah yang masuk tahap banding atas nama Khairil Wahyuni selaku Direktur Utama PT PLN Batubara. (*)



MEDSOS WOWBABEL