Video : Penangkapan Buronan Kasus Pembunuhan Agen Sapi

Video penangkapan pelaku di pondok kebun milik warga di Sungailiat. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Umum Satreskrimum Polres Lampung Tengah dan Satuan Reserse Kriminal Polres Bangka dipimpin Ipda Senna Indiarto dan Ipda Eka N Zen, meringkus Mulyadi (33) warga Dusun I RT 003 RW 001 Desa Bumi Rahayu Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah, yang bersembunyi di pondok kebun warga di Lingkungan Bedeng Akeh Kelurahan Sinar Jaya Jelutung Kecamatan Sungailiat. 

"Pelaku merupakan pelaku pembunuhan terhadap dua orang korban yakni Sukirno dan Nursodik keduanya warga Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur," kata Kanit Reskrimum Polres Lampung Tengah, Ipda Senna Indiarto didampingi Kanit Buser Polres Bangka, Ipda Eka N Zen di Sungailiat, Kamis (14/11/2019). 

Dijelaskannya berdasarkan laporan yang masuk ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Lampung Tengah, peristiwa itu terjadi Kamis (31/10/2019) sekitar pukul 16.00 wib di kediaman pelaku Mulyadi, saat itu korban Sukirno dan Nursodik berangkat dari Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur menggunakan mobil mengantar tiga ekor sapi, kemudian sekitar pukul 21.00 wib keluarga korban menghubungi handphone keduanya tapi tidak aktif, akhirnya keluarga korban berinisiatif mendatangi rumah Mulyadi. 

Setibanya di rumah Mulyadi, keluarga tidak menemukan mobil korban bermuatan sapi berikut korban tidak ada, rumah Mulyadi dalam kondisi tertutup. 

Akhirnya, keluarga korban bertanya kepada tetangga Mulyadi mengatakan memang ada mobil bermuatan sapi masuk ke perkarangan rumah Mulyadi, tapi sekitar pukul 12.00 wib tidak tahu kemana, keluarga korban pun menemukan mobil di Kota Bumi dan melaporkan hal itu ke Polres Lampung Tengah. 

"Pelaku membunuh korban dengan cara meracuninya untuk menguasai sapi yang dibawa korban, kemudian melakukan pembunuhan karena tak berniat membayar sapi itu," ujar Senna Indiarto. 

Lanjutnya, selama hampir dua minggu pelaku berhasil melarikan diri di daerah Lampung lalu berpindah tempat di Bangka. 

"Alhamdulillah penangkapan yang kita lakukan terhadap pelaku berjalan lancar berkat back up yang dilakukan rekan-rekan dari Satreskrim Polres Bangka," pungkasnya.

Pengakuan Pelaku

Pembunuh sadis dua agen sapi di Kabupaten Lampung Tengah diringkus tim gabungan Tim Satresmum dan Tim Buser Polres Bangka di Sungailiat.

Mulyadi (33) warga Dusun I RT 003 RW 001 Desa Bumi Rahayu Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah, yang bersembunyi di pondok kebun warga di Lingkungan Bedeng Akeh Kelurahan Sinar Jaya Jelutung Kecamatan Sungailiat. 

"Mereka datang ngegas pak. Soal utang piutang sapi yang saya minta potong dari pembelian sapi tapi mereka maunya uang. Mereka juga ngajak berkelahi jadi saya pukul, habis itu saya buatin kopi campur racun," kata Mulyadi di Mapolres Bangka, Kamis (14/11/2019).

"Mayatnya sempat saya bawa pakai motor dan buang ke sungai, satunya saya kubur," ujarnya. 

Pelaku mengaku tega menghabisi korban dengan cara menaruh racun dalam kopi lalu dipukul menggunakan besi dan membuang jasad korban Nursodik (35) ke sungai menggunakan karung dan menguburkan jasad Sukirno (35) di pinggir sungai. 

Kasus yang dilakukan Mulyadi ini menggemparkan warga Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah, bermula saat kedua korban mendatangi rumah pelaku pada Kamis (31/10/2019) selepas magrib dengan membawa tiga ekor sapi.

Saat kedua korban bertamu, pelaku menyuruh istri dan anaknya untuk masuk ke dalam kamar, tapi istri pelaku mendengar suaminya mengaduk minuman kopi yang telah dicampur dengan racun pembasmi tikus.

Tidak lama kemudian terdengar suara kedua korban muntah-muntah dan Mulyadi membawa korban ke dalam kamar dan menghabisi kedua korban dengan memukulnya pakai besi. 

Ia kemudian kabur ke Bangka dan bekerja di kebun semangka milik warga di Lingkungan Bedeng Akeh Kelurahan Sinarjaya Kecamatan Sungailiat, sebab sebelumnya tahun 2005 ia pernah ke Bangka dan selama dua tahun kerja di kebun sayuran. 

"Di lokasi tempat saya bekerja saya nggak sebenarnya mengapa saya kabur ke Bangka, saya bilang tabrakan lalu berkelahi sama orangnya dan saya pukul orangnya kemudia saya kabur," kisah Mulyadi. 

Korban pembunuhan sadis pria beristri dengan dua anak ini pertama kali ditemukan warga ketika menyusuri sungai menemukan jasad korban Nursodik setelah kejadian Sabtu (2/11/2019) usai kejadian.

Lalu kembali ditemukan jasad korban Sutrisno dalam kondisi terkubur keesokan harinya Minggu (3/11) di pinggir kali yang berjarak 100 meter dari penemuan jasad Nursodik. 

Kasus ini terungkap setelah keluarga kedua korban yang cemas lantaran suami mereka tak kunjung pulang ke rumah. Mereka selanjutnya ramai-ramai mendatangi rumah pelaku namun tak menemukannya.

Mulyadi sendiri mengaku menyesali perbuatannya dan merasa khilaf telah membunuh korban. Namun ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dibawa ke Polres Lampung Tengah. 

"Aku khilaf pak," pungkas Mulyadi tertunduk lesu. 

Reporter : Dwi HP
Editor : Dwi HP



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL