Investasi di Kawasan Industri Hingga Saham PT Timah Tbk Akan Dibahas Erzaldi Dengan Jokowi

Tim_Wow    •    Kamis, 14 November 2019 | 19:07 WIB
Ekonomi
Erzaldi bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (13/11/2019). (Ist)
Erzaldi bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (13/11/2019). (Ist)

JAKARTA, www.wowbabel.com - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan membahas sejumlah isu pembangunan bersama Presiden Joko Widodo. Mulai investasi mineral ikutan timah, kawasan ekonomi khusus (KEK),  kawasan industri Sadai hingga saham PT Timah Tbk untuk Babel.

Sejumlah agenda yang disampaikan Erzaldi ini, saat dirinya bersama Gubernur se Indonesia bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (13/11/2019) untuk penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 kepada kementerian dan lembaga serta daerah.

"Saya sudah sampaikan sejumlah rencana pembangunan di Bangka Belitung saat bertemu Pak Presiden bersama seluruh gubernur lainnya. Ini baru pembicaraan awal," kata Erzaldi ketika dihubungi di Jakarta.

Untuk selanjutnya, kata Erzaldi akan ada pertemuan khusus dirinya dengan Presiden Jokowi. Adapun usulan yang akan dia bawa saat pertemuan khusus itu tentang investasi mineral ikutan timah.

KEK Tanjunggunung dan KEK Pantai Timur Sungailiat, Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam.

"Selain itu rencana investasi refenery oil di KI Sadai,  pembangunan jembatan Bangka-Sumatera dan usulan meminta saham PT Timah untuk daerah," tukas Erzaldi.

Rencana pertemuan khusus itu sesuai arahan presiden sudah diajukan Erzaldi kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

"Menunggu jadwal dari Pak Pratikno. Kemarin saat acara Forkominda dengan pemerintah pusat apa yang menjadi arahan presiden sinergi pusat-daerah dalam hal investasi, penciptaan lapangan kerja, dan defisit neraca perdagangan akan ditindaklanjuti di daerah dan tetap diawasi oleh pemerintah pusat dan laporannya langsung ke presiden," tukas Erzaldi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020. 

Setelah penyerahan tersebut, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk bersegera merealisasikan belanja negara yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi baik di pusat maupun daerah.

Presiden mengingatkan bahwa belanja negara tersebut harus benar-benar mendatangkan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat. Sebab, pola lama biasa ditemuinya acap kali hanya memprioritaskan pada realisasi atau pemenuhan belanja anggaran semata.

"Karena yang dulu itu bangga kalau realisasinya 99 persen atau 100 persen. Tapi rakyat merasakan atau tidak dari belanja-belanja itu?," ujar Presiden saat memberikan pengarahan.

Maka itu, Presiden menekankan bahwa saat ini yang juga tak kalah pentingnya adalah memastikan bahwa anggaran dibelanjakan untuk barang berkualitas baik dan dikucurkan untuk program yang juga berjalan dengan kualitas yang baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Jangan hanya sent yang diurus, tapi (juga memastikan) delivered. Artinya apa? Menteri, kepala-kepala lembaga, gubernur, dan wali kota pastikan bahwa bukan hanya realisasi belanjanya yang habis, tapi dapat barangnya, dan rakyat dapat manfaatnya. Itu yang paling penting," tuturnya.

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan bahwa pemerintah pusat dan daerah berkepentingan untuk terus meningkatkan kontribusi penerimaan perpajakan. Namun, peningkatan penerimaan tersebut hendaknya juga diikuti dengan peningkatan belanja negara yang lebih berkualitas. (*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL