Antisipasi Tindakan Anarkis, Timgab Tertibkan Tambang Desa Mapur

Dwi H Putra    •    Kamis, 14 November 2019 | 09:13 WIB
Lokal
Aparat meminta penambang membongkar paksa peralatan tambang di desa Mapur. (Dwi HP/wowbabel)
Aparat meminta penambang membongkar paksa peralatan tambang di desa Mapur. (Dwi HP/wowbabel)

RIAU SILIP, www.wowbabel.com - Tim Satpol PP Bangka dan Polsek Riau Silip melakukan penertiban secara represif terhadap aktifitas tambang yang ada di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip, apalagi aktifitas tambang ini menuai gejolak karena sejumlah warga menolak aktifitas itu.

"Laporan masyarakat menyebutkan bahwa TI di Mapur berjalan lagi, padahal malam kemarin sudah kami tertibkan bersama masyarakat desa setempat, hari ini muncul lagi di tempat itu kemudian langsung kami tertibkan," kata Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Bangka, Achmad Suherman di Sungailiat, Rabu (13/11/2019).

"Kami gabungan dengan Polsek Riau Silip melakukan pembongkaran paksa, ada lima unit tambang ilegal, kita perintahkan bongkar semua peralatan termasuk drum-drum ponton apung serta mesin," ujarnya. 

Dijelaskannya, hari ini merupakan peringatan terakhir dalam hal tindakan persuasif bagi penambang ilegal di kawasan itu.

"Karena sudah lima kali kami ke lokasi ini, tetap menggunakan tindakan represif non yustisial," jelas Suherman. 

"Kami minta kesadaraan penambang agar jangan lah menambang di tempat terlarang, tadi Polsek Riau Silip meminta kepada Pospam PT Timah KD Mentok, Mapur untuk memasang plang dilarang menambang karena itu IUP PT Timah," paparnya.

Ditambahkannya penertiban ini juga dilakukan guna mengantisipasi aksi anarkis pada penambang ilegal yang berlokasi persis di pinggir jalan raya desa setempat.

"Apalagi beredar kabar warga anti tambang bakal melakukan perlawanan terhadap penambang, disinyalir penambang ilegal yang dimaksud merupakan warga pendatang yang menetap di desa setempat," terang Suherman. 

"Kami pun melakukan tindakan represif ini karena kami khawatir akan ada tindakan anarkis dari masyarakat, mereka tidak mau jalan mereka putus atau ambruk karena ulah penambang, ini bukti bahwa masyarakat sudah tidak tahan lagi pada ulah penambang timah ilegal," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL