IKM Basel Kunjungi Dua IKM di Bangka

Dwi H Putra    •    Rabu, 13 November 2019 | 19:50 WIB
Ekonomi
Kunjungan ke IKM pembuatan Kritcu, Sri Menanti. (Dwi HP/wowbabel)
Kunjungan ke IKM pembuatan Kritcu, Sri Menanti. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Sebanyak 20 orang pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dari Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melakukan kunjungan ke tempat produksi kerupuk di Batuampar Kecamatan Merawang dan produksi kritcu yang ada di Cendrawasih Sungailiat.

"Kunjungan bertujuan untuk melaksanakan studi tiru dan bertukar ide terhadap pengembangan IKM yang ada di Basel," kata Kepala Bidang Perindustrian Bangka Selatan, Maya di Sungailiat, Rabu (13/11/2019).

"Fokus utama kunjungan yaitu pada inovasi-inovasi IKM yang ada di Kabupaten Bangka hingga teknik pemasaran yang diterapkan," ujarnya. 

Menurutnya, terkadang inovasi-inovasi sederhana yang tidak terpikirkan oleh IKM mampu memberi perubahan bagi produk-produk IKM, sehingga untuk itu perlu dilaksanakan studi tiru ini guna mencari ide-ide yang dapat dikembangkan kedepannya. 

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bangka, Thony Marza, menjelaskan dirinya turun langsung dalam hal pendampingan di lapangan untuk bertemu pelaku IKM yang ada di Kabupaten Bangka.

"Kami sangat bangga dengan para pelaku IMK, karena mereka ini semua memiliki mental bisnis yang kuat. Jadi tinggal pembelajaran dan inovasi yang dibutuhkan, sedangkan mental bisnisnya sudah ada pada mereka," kata Thony.

Lanjutnya, kunjungan ini bukan berarti bahwa Kabupaten Bangka lebih baik dibandingkan Basel, tapi terkadang ada suatu hal yang lebih unggul dan ada bagian yang kurang, sehingga pertukaran informasi sangat pernting dilaksanakan.

Industri IMK yang menjadi tujuan di Kabupaten Bangka salah satunya yaitu produksi kritcu yang ada di Srimenanti. Produksi kritcu dengan nama produk 'Ananda' yang ada di Srimeannti merupakan produk asli Kabupaten Bangka yang telah berjalan sejak 9 tahun.

Industri tersebut dirasa cukup mampu menjadi percontohan atas produknya berupa kritcu, krimi (kripik telor cumi) dan kripik ikan, dibawah pengelolaan ibu Suyati mulai dari produksi hingga pemasaran telah berkembang sampai sekarang.

"Peluang IMK Kabupaten Bangka masih sangat terbuka lebar, sehingga kedepannya diharapkan muncul IMK baru yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di derah Kabupaten Bangka," pungkasnya. (Dwi HP/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL