Dari 2.334 Pasangan, 999 Pasangan Menikah di Beltim Tidak Memiliki Akta

Pasangan non muslim yang secara simbolis menerima akta nikah dari Wakil Bupati Beltim. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)
Pasangan non muslim yang secara simbolis menerima akta nikah dari Wakil Bupati Beltim. (Fauzi Akbar/Diskominfo Beltim)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Sebanyak 35 pasangan non muslim menerima akta perkawinan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belitung Timur (Beltim), saat acara Penyerahan Hasil Pencatatan Akta Perkawinan Massal Tahun 2019 di Hotel Guest Manggar, Selasa (12/11/19).

Di Kabupaten Beltim sendiri, setidaknya terdapat 2.334 pasangan non muslim yang sudah menikah secara agama, 1.425 diantaranya sudah resmi tercatat dan memiliki akta nikah. Namun sisanya yakni 999 belum tercatat secara resmi atau memiliki akta nikah.  

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Beltim Ernadi mengungkapkan kebanyakan pasangan yang belum bisa tercatat atau memiliki akta nikah lantaran terkendala syarat. Kebanyakan pasangan tersebut merupakan pasangan yang sudah lama menikah.

“Kayak kegiatan kita hari ini, sebenarnya ada 38 pasangan yang mengajukan akta perkawinan, namun hanya bisa 35 pasangan yang bisa ditindaklanjuti karena yang tiganya kurang syarat, atau ada berkas yang kurang,” ungkap Ernadi.

Ernadi menambahkan kekurangan syarat di lapangan biasanya dikarenakan menikah dengan seseorang yang beda agama. Bahkan ada juga kasus yang sudah meninggal dunia pasangannya.

“Misalnya ada yang Budha dengan Kongfucu, atau Kristen dengan Katholik dan lain sebagainya. Nah kalau sudah begini harus ke Pengadilan Negeri, hakim yang akan memutuskan, begitu juga kalau pasangnya sudah meninggal,” jelas Ernadi.

Agar setiap penduduk Kabupaten Beltim memiliki dokumen kependudukan terutama akta nikah, Disdukcapil Beltim terus melakukan sosialisasi dan pelayanan langsung dari rumah ke rumah.

“Kita telah dan akan turun ke desa-desa bahkan door to door melayani penduduk langsung. Kita ambil fotocopy syarat-syarat yang ada agar semua dokumen kependudukan dapat dimiliki oleh seluruh penduduk kita,” ujar Ernadi. (FA/DB)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL