UPPKS Sebagai Peningkatan Ekonomi Keluarga

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 12 November 2019 | 19:48 WIB
Ekonomi
Foto bersama antara Pegawai Dinkes, Narasumber, dan Kelompok UPPKS Beltim. (Yas/Diskominfo Beltim)
Foto bersama antara Pegawai Dinkes, Narasumber, dan Kelompok UPPKS Beltim. (Yas/Diskominfo Beltim)

KELAPA KAMPIT, www.wowbabel.com - Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB), Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Hayadi, berharap pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan manajemen kelompok dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Ekonomi Keluarga Sejahtera (UPPKS) bisa meningkatkan semangat dan motivasi serta perekonomian keluarga.

"Harapan kami kelompok yang ikut dalam pelatihan ini bisa termotivasi dalam berwirausaha dan juga kalau bisa dapat memunculkan kelompok-kelompok baru karena menurut kita masih banyak pontensi keluarga yang ingin meningkatkan perekonomian keluarganya," terang Hayadi saat diwawancarai seusai membuka pelatihan Kewirausahaan dan Pengelolaan Manajemen Kelompok di Balai Adat Desa Senyubuk, Selasa (12/11/2019).

Hayadi juga menjelaskan dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan mutu kualitas produk yang telah diproduksi oleh kelompok UPPKS Beltim.

"Jadi Insyaallah dengan ada pelatihan ini bisa meningkatkan kualitas mutu dari produk yang kelompok UPPKS ini produksi," jelas Hayadi.

Pelatihan Kewirausahaan dan Pengelolaan Manajemen Kelompok merupakan salah satu program kegiatan dalam pembangunan keluarga yang diharapkan bisa membantu anggota kelompok UPPKS dalam memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang produktif.

"Ini merupakan salah satu program di kegiatan kita dalam pembangunan keluarga melalui UPPKS, jadi kita ingin membantu mereka untuk bisa memanfaatkan waktu luang yang nantinya bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang produktif," ujarnya.

Sementara itu, wirausahawan sukses dengan produk Kopi Belitong Kater Bambang Irawan yang juga merupakan narasumber dalam Pelatihan Kewirausahaan dan Pengelolaan Manajemen menuturkan bahwa saat ini banyak produk yang dihasilkan hanya sebatas produk saja dan tidak memiliki nilai tambah pada produk tersebut.

"Kita berikan motivasi kepada mereka untuk memberikan nilai tambah terhadap produk mereka jadi bukan hanya sekedar membuat produk saja tapi bagaimana membuat produk itu memiliki nilai tambah," tuturnya.

Bambang Irawan yang juga akrab disapa Bang Ir mengharapkan pendampingan seperti ini terus dilaksanakan dan tidak hanya sampai pada fase pembuatan produk melainkan hingga fase pemasarannya.

"Pendampingan ini tidak cukup hanya pada fase membuat produk saja tapi fase pemasarannya itu perlu dibantu, jadi kelemahan kita adalah itu padahal kita ini memiliki pasar yang bagus," harapnya.

Ia menilai hambatan saat ini banyak wirausahawan terutama wirausahawan rumahan terkendala kurangnya pendampingan dan tidak di-organize dengan baik.

"Hambatan selama ini hanya di pendamping saja, bagaimana mereka ini bisa di-organize dengan baik disamping pelatihan tetapi juga mereka dibimbing juga untuk pemasarannya," ungkapnya. (yas/db)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL