Ribuan Rumah di Kota Toboali Tak Lagi Dialiri Air Bersih

Aston    •    Senin, 11 November 2019 | 17:54 WIB
Lokal
Kondisi SPAM Rindik yang sudah mengalami kekeringan sejak beberapa pekan terakhir. (Astoni/wowbabel)
Kondisi SPAM Rindik yang sudah mengalami kekeringan sejak beberapa pekan terakhir. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Kabupaten Bangka Selatan (Basel), menghadapi bencana kekeringan akibat musim kemarau yang melanda wilayah setempat. Ancaman kekeringan khususnya terjadi di kota Toboali.

Saat ini ribuan rumah tak lagi bisa menikmati fasilitas air bersih, dikarenakan dua Saluran Pelayanan Air Minum (SPAM) di Kota Toboali berhenti beroperasi.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Air Minum UPT-PAM Dinas PUPRHub Bangka Selatan, Yudi Siswanto mengatakan, penghentian sementara operasional SPAM Rindik pada Senin (11/11/2019). 

"Karena kondisi air menipis sehingg sementara waktu SPAM Rindik tidak bisa lagi dioperasionalkan," ujar Yudi Siswanto. 

Baca Juga : Kekeringan, Dua SPAM Terbesar di Kota Toboali Berhenti Operasi

Sebelumnya, UPT-PAM terlebih dulu menghentikan operasional SPAM Baher  Kelurahan Toboali Kota yang sudah mengalami kekeringan total. 

Ia menuturkan, jumlah pelanggan dari dua SPAM tersebut berjumlah kurang lebih 2.500 rumah atau pelanggan. Dan sementara waktu tidak bisa lagi dialiri air bersih mengingat kondisi dua SPAM, Rindik dan Baher telah mengalami kekeringan. 

"SPAM Baher telah kering lebih dulu beberapa minggu yang lalu, sehingga SPAM Rindik kita koneksi ke pelanggan SPAM Baher secara bergiliran, dan s



1   2