Kekeringan, Dua SPAM Terbesar di Kota Toboali Berhenti Operasi

Aston    •    Senin, 11 November 2019 | 17:48 WIB
Lokal
SPAM di Desa Rindik Kecamatan Toboali mulai kering. SPAM ini sumber air baku terbesar yang dioperasilan UPT PAM Basel. (Astoni/wowbabel)
SPAM di Desa Rindik Kecamatan Toboali mulai kering. SPAM ini sumber air baku terbesar yang dioperasilan UPT PAM Basel. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Pasokan air bersih di Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah dihentikan pemerintah daerah, akibat kekeringan yang terus melanda wilayah setempat. 

Penghentian sementara operasional air bersih seperti pengumuman resmi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Air Minum (PAM) Dinas PUPRHub Bangka Selatan, Senin (11/11/2019). 

Saluran Pelayanan Air Minum (SPAM) yang berhenti beroperasi sebanyak dua SPAM, satu dari dua SPAM tersebut merupakan SPAM dengan sumber air baku terbesar yang ada di kota Toboali. 

"Selamat pagi, kami mohon maaf untuk seluruh pelanggan UPT-PAM Bangka Selatan. Untuk saat ini operasional SPAM Rindik diberhentikan sampai waktu yang tidak ditentukan, dikarenakan kondisi air yang menipis. Semoga hujan cepat turun dan aliran air bisa didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan," demikian pengumuman UPT-PAM melalui media sosial yang disampaikan langsung kepala UPT-PAM Basel, Yudi Siswanto, Senin (11/11/2019) pagi. 

Baca Juga : Ribuan Rumah di Kota Toboali Tak Lagi Dialiri Air Bersih

Dikonfirmasi, Yudi membenarkan penghentikan sementara SPAM Rindik. SPAM yang terletak di Desa Rindik Kecamatan Toboali itu merupakan SPAM dengan sumber air baku terbesar yang dioperasilan UPT PAM Basel.

"Iya benar, sementara waktu terpaksa dihentikan, pompa sudah menggantung, sudah beberapa kali diturunkan dan saat ini kondisinya tidak bisa lagi dioperasionalkan akibat kekeringan," ujar Yudi. 

Kendati sumber air baku terbesar, suplai air SPAM Rindik masih bergantung pada air hujan. Sehingga di musim kemarau, SPAM Rindik  alami kekeringan. Hal itu diperparah dengan kondisi SPAM Baher telah lebih dulu mengalami kekeringan sehingga SPAM Rindik harus backup pelanggan dari SPAM Baher yang telah mengalami kekeringan. 

"SPAM Rindik kita koneksi ke SR (Sambungan Rumah) SPAM Baher yang telah lebih dulu sudah alami kekeringan," tuturnya.

Lanjutnya, dengan dihentikan operasional SPAM Rindik dan Baher, UPT PAM otomatis menyisakan satu SPAM yang masih beroperasi di kota Toboali, yakni SPAM Parit 9. Hanya saja SPAM Parit 9 tidak bisa manyalurkan air ke pelanggan SPAM Rindik dan Baher.

"SPAM Rindik saat ini kita koneksi ke perkantoran Pemda, dan belum bisa dikoneksi ke SPAM Rindik dan Baher yang telah alami kekeringan. Nanti SPAM Parit 9 akan kita koneksikan ke SPAM Rindik dan Baher masih tahapan pengajuan lewat APBD dan DAK 2020," kata Yudi. (Astoni/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL