Video : Nelayan Aik Antu dan Matras Tolak KIP

Dwi H Putra    •    Selasa, 05 November 2019 | 18:06 WIB
Video Kite
Video penolakan nelayan Matras dan Air Antu terhadap rencana akan beraktivitasnya Kapal Isap Produksi di wilayah laut kabupaten Bangka. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Aksi penolakan Kapal Isap Produksi (KIP) di Perairan Pantai Timur Sungailiat seperti Matras dan Aik Antu terus ditegaskan para nelayan dan warga. 

Kali ini aksi penolakan ditegaskan ratusan Nelayan Aik Antu bersama-sama dengan Pemuda Matras di Pantai Aik Antu, menyatakan tetap menolak adanya aktifitas KIP baik di Matras maupun Aik Antu. 

"Matras dan Aik Antu itu satu perairan yang tidak bisa dipisahkan, jika di darat memang ada batasannya tapi di laut tidak ada batas, kami merupakan tetangga," kata Ketua Nelayan Pesisir Aik Antu, Juliadi yang akrab disapa Ali di Sungailiat, Selasa (5/11/2019).

"Jika Matras dirusak KIP maka imbasnya juga masuk ke Aik Antu, bagaimana tidak limbah itu akan terbawa arus sampai kemari," ujarnya. 

Diakuinya, dikawasan Aik Antu ada ratusan nelayan yang bergantung hidup dari laut sebagai nelayan, sehingga sudah pasti nelayan tetap menolak keras adanya aktifitas pertambangan baik KIP mau pun tambang in konvensional (TI).

"Jadi sampaikan kapan pun kami nelayan Aik Antu tetap menolak adanya aktifitas tambang baik KIP mau pun TI," jelas Ali. 

Sementara, Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Matras, Kholid, menegaskan pihaknya sangat mendukung penolakan adanya KIP di Perairan Aik Antu, karena secara tidak langsung apabila ada KIP di Aik Antu bakal berimbas ke Perairan Matras.

"Jadi kami saat ini



1   2