Polda Babel Turunkan Tim Dalami Aksi Anarkis Penambang Sijuk

Firman    •    Sabtu, 02 November 2019 | 23:54 WIB
Lokal
Salah satu personil Satpol PP mengalami patah tulang di lengan sebelah kiri. (Ist)
Salah satu personil Satpol PP mengalami patah tulang di lengan sebelah kiri. (Ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Polda provinsi Bangka Belitung, langsung menurunkan tim untuk mendalami masalah dugaan kericuhan saat Wakil Gubernur dan sejumlah anggota Satpol PP provinsi melakukan razia tambang ilegal di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu (2/11/2019) sekira pukul 13.30 Wib.

Kabid Humas Polda Babel AKBP Maladi mengatakan, Polda Babel sudah turunkan Personil untuk mendalami masalah tersebut.

"Kita sudah mengirimkan Tim Eksistensi dari Krimsus dan Krimum ke Polres Belitung," kata AKBP Maladi, Sabtu (2/11/2019) malam melalui pesan WhatsApp kepada wowbabel.com.

Lanjutnya saat ini Polres Belitung, sudah melakukan mediasi pertemuan antara pihak masyarakat dan satpol PP, serta sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah masyarakat yang terlibat.

"Anggota sedang melakukan olah TKP dan telah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dan situasi saat ini sudah aman terkendali," tukas AKBP Maladi.

Sebelumnya, 100 personil Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dipimpin Wakil Gubernur saat melakukan razia tambang illegal di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, diserang penambang.

Akibatnya, sejumlah kendaraan operasional petugas termasuk mobil dinas Wakil Gubernur rusak parah. Tak cuma itu sejumlah personil Satpol PP pun turun menjadi korban.

"Pak wagub memang ikut dalam operasi itu beliau yang memimpin, tetapi beliau tidak kena pukul, jadi tolong jangan sebar informasi hoaks gitu lah," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, Sabtu (2/11/2019).

Saat ini, kata Erzaldi, kondisi sudah kondusif dan tahap mediasi masih berlangsung.

"Penyelesaian secara mediasi juga sudah selesai oleh pak wagub dan kapolres disana, kondisi sudah pulih kembali seperti semula," ujarnya.

Gubernur mengimbau, masyarakat agar tidak menambang dilokasi-lokasi yang dilarang seperti hutan lindung yang ada di Sijuk.

"Semua ada aturannya. Nanti kalau hutan rusak pasti pemerintah daerah yang disalahkan. Saya minta kepada semua pihak harus tegas dalam hal ini, jangan ini menjadi insiden yang buruk," tegasnya.

Menurut Gubernur ada sekitar 15 orang anggota Satpolpp yang terluka dalam inseden tersebut diamana dua orang mengalami patah tulang dan sebagian kehilangan harta bendanya.

"Semoga persoalan ini cepat selesai. Saya juga sudah minta kepada Kasatpol PP untuk mengamankan aset-aset negara disana, amankan anggota yang terluka jangan sampai terjadi inseden yang lebih mendalam," imbuhnya.

Pihaknya, kata Gubernur, akan mengambil langkah hukum terkait persoalan tersebut.

"Segera kita koordinasikan ke pihak polda. Kita akan mengambil tindakan tegas secara hukum," tukasnya. (Fir/to/*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE