Polda Babel Dukung Iklim Investasi Pertimahan

Endi    •    Sabtu, 02 November 2019 | 20:45 WIB
Ekonomi
Aktivitas tambang timah apung yang diduga beroperasi secara illegal persis di lokasi habitat Buaya Muara, di sekitar Muara Sungai Berok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.(dag/wb)
Aktivitas tambang timah apung yang diduga beroperasi secara illegal persis di lokasi habitat Buaya Muara, di sekitar Muara Sungai Berok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.(dag/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendukung  iklim investasi melalui tata kelola perimahan yang mengacu pada aturan hukum berlaku.

Dir Krimsus Polda Babel, Kombes (Pol) Indra Krismiyadi mengatakan, tata kelola timah di Provinsi Babel merupakan pilot project dari tata kelola pertambangan yang ada di Indonesia, untuk itu iklim investasi yang benar harus didukung penuh.

"Indikatornya antara lain bahwa penambangan yang ada mengacu pada aturan hukum yang ada, serta membawa manfaat bagi penambang, mitra timah, pelaku usaha dan negara," kata Indra, Sabtu (2/11/2019).

Buktinya, jelas Indra, adanya penerimaan pajak negara yang bertambah dua kali lipat, dimana pada tahun 2018 penerimaan pajak dari tata kelola timah sebesar Rp750 miliar dan melonjak dua kali lipat di tahun 2019 menjadi Rp1,5 Trilyun.

"Untuk mewujudkan hal ini tentunya tidak mudah, dengan menerapkan sosialisasi, penyuluhan sampai kepada penegakan aturan hukum kepada pelaku usaha pertimahan yang nakaln karena mengambil timah dari IUP perusahaan lain," ujarnya.

Indra mengklaim, sejak 2017 penanganan kasus illegal minging di Babel cenderung menurun.

"Berdasarkan data penanganan kasus illegal mining yang ditangani Polda Babel mengalami penurunan, dimana di tahun 2017 terdapat 67 kasus, menurun di tahun  2018 menjadi 60 kasus dan menurun lagi di tahun 20



1   2