Ketua DPRD Basel Sesalkan Pengrusakan Hutan Mangrove

Aston    •    Jumat, 01 November 2019 | 22:13 WIB
Ekonomi
Kondisi hutan mangrove yang rusak akibat pembuatan lahan tambak udang di wlayah Merbau, Toboali kabupaten Bangka Selatan. (Astoni/wowbabel)
Kondisi hutan mangrove yang rusak akibat pembuatan lahan tambak udang di wlayah Merbau, Toboali kabupaten Bangka Selatan. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Erwin Asmadi menyesalkan pengrusakan hutan mangrove yang akan dijadikan tambak udang di wilayah Merbau Kelurahan Tanjung Ketapang, Toboali.

"Sangat disesalkan terhadap tindakan pengrusakan tanaman hutan mangrove yang ada di pesisir pantai yang mestinya dilindungi," ujar Erwin Asmadi, Jumat (1/11/2019).

Ia mengatakan, merusak hutan mangrove merupakan tindak pelanggaran hukum. Pelaku perusak mangrove diminta ditindak tegas.

"ini harus ada tindakan atas pelanggaran terhadap perusakan tanaman mangrove," tegas Erwin.

"Dimohon dinas terkait dari Pemkab Basel untuk turun ke lokasi untuk melihat fakta yang ada," pintanya. 

Politisi PDIP itu menegaskan, legislatif tidak anti investasi yang ingin masuk ke daerah setempat. Hanya saja, ada aturan yang harus dipatuhi dan tidak ada pihak yang dirugikan atas investasi tersebut. Apalagi sampai merusak lingkungan secara masif, ditegaskan Erwin bukanlah iklim investasi yang baik.

"Tidak ada larangan untuk berinvestasi tapi jangan juga harus merusak dan melanggar. Mohonlah ciptakan iklim damai dalam berinvestasi terhadap alam maupun masyarakat sekitarnya," imbuhnya. 

Untuk itu Erwin kembali menegaskan agar aktivitas rencana tambak udang tersebut segera dihentikan agar tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. 

"Apalagi belum mengantongi iz



1   2