TI Kepung Aliran Sungai di kota Pangkalpinang

HendriDede    •    Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:48 WIB
Lokal
Tambang yang beraktivitas di aliran sungai Rangkui Pangkalpinang. (Dede/wowbabel)
Tambang yang beraktivitas di aliran sungai Rangkui Pangkalpinang. (Dede/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Aktivitas penambangan timah ilegal pada aliran sungai di wilayah kota Pangkalpinang, kian menjamur. Keberadaan tambang inkonvensional (TI) kini tidak hanya beroperasi pada aliran sungai Rangkui di Kelurahan Pasir Putih saja, namun juga merambah aliran sungai di Gang Mawar Kelurahan Opas, yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Menurut warga setempat, maraknya aktivitas tambang di kawasan ini dilakukan sudah cukup lama. Warga sekitar merasa tergganggu terhadap suara mesin (TI) yang bekerja tak jauh dari rumah mereka. Terlebih para penambang beraktivitas pada pagi hari hingga sore menjelang magrib. 

"Lah lame dibiarkan. Bising mesinnya sampai ke Sumberjo. Mereka beraktivitas sampai mau magrib baru berhenti," kata salah satu warga yang tak ingin disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi, Jumat (25/10/2019).

Dampak kerusakan lingkungan pun kian dirasakan terhadap sumber mata pencarian para nelayan atau warga sekitar.

Menurutnya, kerang jenis kepah dan kepiting bakau yang hidup di dalam lumpur di daerah hutan mangrove air payau dan sungai berlumpur semakin sulit dicari.

"Tidak ada pandangan positiv yang bisa dilihat dari aktifitas tambang ini, berdampak pada lingkungan hidup bagi habitat seperti kerang kepah, kepiting remangok (bakau) sudah



1   2