Ditolak Pimpinan DPRD, Bupati Beltim Kembali Ajukan 5 Nama Calon Setwan

Yuslih Ihza, Bupati Beltim. (fauzi akbar/diskominfo)
Yuslih Ihza, Bupati Beltim. (fauzi akbar/diskominfo)

MANGGAR, www.wowbabel.com - Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza kembali mengajukan 5 nama untuk disetujui oleh DPRD Beltim menjadi Sekretaris DPRD atau Setwan.

Sebelumnya Bupati sudah mengajukan 5 nama jabatan pimpinan tinggi pratama di jajaran Pemkab Beltim, namun tak satupun yang mendapat tempat di hati pimpinan DPRD Beltim.

“Yang lima kemarin ditolak semua, ini saya majukan lagi lima nama. Semuanya adalah kepala dinas dan sangat berkompeten, mudah-mudahan kali ini ada yang cocok,” kata Yuslih menanggapi pertanyaan wartawan terkait rencana pelantikan seusai menjadi narasumber Generasi Berencana di Ruang Rapat Satu Hati Bangun Negeri Sekretariat Daerah Beltim, Selasa (22/10/2019).

Yuslih sebelumnya berencana melakukan pelantikan dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Beltim sebelum akhir tahun. Namun khusus untuk posisi Setwan sangat sulit, mengingat harus mendapat persetujuan DPRD Beltim.

Menurut Yuslih pimpinan DPRD Beltim sempat mengajukan nama tertentu untuk mengisi posisi Setwan. Meski Bupati masih membutuhkan, namun ia menyatakan mengalah saja agar sinegritas dan koordinasi eksekutif dan legislatif tetap baik. Sayangnya nama yang diajukan baru saja dilantik melalui proses seleksi terbuka, sehingga belum bisa diberikan.   

“Sebenarnya sudah ada nama pejabat yang mereka minta, namun tidak bisa karena terkendala aturan. Soalnya Pejabat Tinggi Pratama yang bersangkutan, baru saja dilantik dan belum genap bertugas selama dua tahun,” ungkap Yuslih.

Jika dari lima nama pejabat yang diajukan kembali ditolak, Yuslih menyatakan dengan terpaksa harus melaksanakan seleksi terbuka atau lelang untuk jabatan Setwan.

“Kalau sudah lelangkan nanti tergantung sama panitia seleksi. Paling hanya bisa milih dari tiga orang itu saja yang jadi pemenang. Karena sesuai mekanisme lelang, kalian kan tahu sendiri saya saja tidak bisa mengintervensi,” ujar Yuslih.

Posisi Setwan sangat strategis mengingat harus mampu menjembatani antara kepentingan dan kebutuhan eksekutif dengan legislatif. Hingga saat ini posisi Setwan masih kosong setelah ditinggalkan pensiun oleh Syahrial pada Juni 2019 lalu. (fa/db)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL