Pohon Karet 500 Batang Digusur Perusahaan Sawit, Samsul Lapor Polisi

Aston    •    Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:11 WIB
Lokal
Samsul saat mendatangi Mapolres Bangka Selatan.(as/wb)
Samsul saat mendatangi Mapolres Bangka Selatan.(as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Samsul (27) warga Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba mendatangi Polres Bangka Selatan untuk mempertanyakan kasus penggusuran kebun karet miliknya yang dilakukan perusahaan sawit PT  Bangka Malindo Lestari (BML), Rabu (16/10/2019).

Menurut Samsul, ia mendatangi Polres Bangka Selatan lataran kasus tersebut belum ada kejelasan dari pihak kepolisian. Padahal sebelumnya ia sudah melapor ke Polsek Simpang Rimba.

"Sudah saya laporkan ke Polsek Simpang Rimba tanggal 7 Oktober kemarin, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan, jadi saya ke sini untuk mempertanyakan sejauh mana kejelasannya," ujar Samsul kepada Wartawan di Mapolres Bangka Selatan.

Samsul mengungkapkan kebun karet miliknya digusur oleh PT BML menggunakan alat berat. Kejadian itu terjadi pada 3 Oktober 2019 yang lalu. Kebun karet miliknya seluas satu hektare dengan batang karet sebanyak 500 batang ludes digusur PT BML.

"Sehari-hari karet saya ini saya sadap, usia karet sekitar sepuluh tahunan, tanggal 3 Oktober kemarin tiba-tiba habis digusur PT BML. Padahal saya tidak pernah menjualnya ke pihak perusahaan," ungkap Samsul.

Kini mata pencaharian utama Samsul hilang akibat digusur perusahaan kebun kelapa sawit PT BML, ia pun minta keadilan kepada penegak hukum.

Samsul yang ditemani Keluarga Anta Citra ke Mapolres Basel dan diterima langsung oleh KBO Reskrim Polres Basel.

"Laporan sudah kita terima, tapi baru sebatas pengaduan, karena kasus ini sebelumnya sudah dilaporkan ke Polsek Simpang Rimba. Untuk itu akan  akan kita koordinasikan dulu ke Polsek Simpang Rimba," kata KBO Reskrim Polres Basel, Ipda Perdana.(as/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL