Oknum BPD Desa Gudang Dituding Jual Kebun Warga Ke PT BML

Aston    •    Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:37 WIB
Lokal
Kebun karet milik Samsul di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba sudah rata dengan tanah.(ist)
Kebun karet milik Samsul di Desa Gudang Kecamatan Simpang Rimba sudah rata dengan tanah.(ist)

SIMPANGRIMBA, www.wowbabel.com -- Kasus penggusuran kebun karet milik Samsul Warga Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT BML diduga melibatkan oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Sang oknum dituding telah menjual kepada pihak perusahaan tanpa sepengatuan pemilik kebun. Hal itu sebagaimana dikatakan Samsul yang mengaku sebagai pemilik kebun karet tersebut.

Menurut Samsul, kejadian penggusuran oleh PT BML terjadi pada 3 Oktober 2019 lalu.

"Waktu itu saya sedang nembak, pas lewat kebun sudah ada alat berat serodok kebun karet saya, kaget saya dan langsung saya tanyakan kepada operator alat berat," cerita Samsul kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

"Saya tanya kenapa kebun saya diserodok, kata operator karena masuk peta perusahaan. Saya bilang saya tidak pernah menjualnya, dijawab operator kami hanya menjalankan perintah perusahaan," sambung Samsul bercerita seraya mengatakan ia diminta untuk mempertanyakan langsung ke perusahaan.

Ia pun langsung mendatangi kantor perusahaan PT BML guna mempertanyakan hal tersebut. Namun, pihak perusahaan mengajak dirinya bertemu dengan Ketua BPD Desa Gudang.

"Kata perusahaan sudah dijual melalui Ketua BPD, diajaklah ketemu dengan ketua BPD, ketua BPD beralasan salah kasih uang, akhirnya ada upaya mediasi mau ganti rugi 40 juta. Saya gak mau segitu karena karet saya tengah disadap dan pencaharian saya sehari-hari dikaret inilah. Jadi tanggal 7 oktober saya lapor ke Polsek karena kebun saya telah dijual sepihak. Karena belum ada kejelasan hari ini saya ke polres," ungkap Samsul.

Menurut Samsul, kebun karet miliknya seluas kurang lebih 1 hektare dengan total 500 batang. Kini, kebun karet miliknya itu telah rata dengan tanah digusur PT BML.

Sementara Ketua BPD Desa Gudang, Andi Irawan membantah telah menjual kebun karet milik Samsul. Ia mengakui hanya terjadi mis komunikasi.

"Gak benar kalau dibilang saya yang menjual, hanya mis komunikasi saja, memang saya akui terjadi kesalahan pembayaran, karena ada dua nama samsul dan uang saya serahkan ke Samsul lain. Sudah saya panggil bersangkutan dan bersedia diserahkan ke Samsul pemilik lahan," aku Andi Irawan dikonfirmasi.

Andi juga bantah telah menjual lahan ke pihak perusahaan. Ia mengaku hanya memfasilitasi selaku perangkat desa. Namun, Ia mengakui, jika pembayaran dari pihak perusahaan melalui dirinya.

" Memang uang diserahkan ke saya Rp 34juta, tapi saya salah kasih ke Samsul lain. Masalah harga bukan saya yang menentukan, itu urusan perusahaan lah," kata Andi.

Ia tak terima disebut-sebut sebagai penjual tanah ke pihak perusahaan. Menurut Andi, pemilik lahan sebelumnya sudah bersedia menjual kebun karet tersebut.

" Awalnya samsul sudah mau jual kok, sudah ngukur, kalau tidak ngukur gak mungkin gak mau jual kan. Saya bingung juga kenapa sampai begini sampai lapor, saya ingin dipertemukan tapi bersangkutan ditelepon gak diangkat," ujarnya.

Sebelumnya Samsul telah memperkarakan persoalan tersebut ke pihak kepolisian Polsek Simpang Rimba, dan Rabu (16/10) Siang, Samsul mendatangi Polres Basel guna mempertanyakan perkara tersebut.(as/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL