Pemali, Tempilang dan Paku Menyusul Batu Besi (Era Baru PenambanganTimah2)

Abeng    •    Selasa, 15 Oktober 2019 | 12:43 WIB
Opini
Lokasi Penambangan milik PT Timah Tbk kawasan Batu Besi di Desa Damar Kabupaten Belitung Timur.(ist)
Lokasi Penambangan milik PT Timah Tbk kawasan Batu Besi di Desa Damar Kabupaten Belitung Timur.(ist)

Oleh Albana (Wartawan wowbabel.com)

PILOT Proyek Tambang Batu Besi milik PT Timah Tbk dipersiapkaan untuk penambangan timah primer  jangka panjang setelah timah alluvial semakin terbatas. Penambangan timah primer sebagai salah satu jaminan bagi keberlangsungan industri timah ke depan.

PT Timah Tbk sudah memulainya. Selain Batu Besi di Desa Damar Kabupaten Belitung Timur,  penambangan timah primer metoda open pit juga dilakukan di Pemali, Tempilang, dan Desa Paku di Kecamatan Payung. Namun aktifitas penambangan metoda open pit dengan menjalankan penambangan yang baik (good mining practice) baru di Desa Damar dengan membentuk Unit Penambangan Timah Primer (UPTP).

Penambangan timah primer di Batu Besi Desa Damar  2020 sudah ditergetkan berproduksi 1.000 ton sn. Sejak setahun ini aktifitas  menerapkan penambangan yang benar dilakukan. Gundukan batu dan tanah sekitar stock file tak jauh dari mesin pengolahan  sudah menumpuk menunggu antrean  untuk masuk ke mesin crusher, shaking table  dan  jig washing plant sebelum diangkut dari Pelabuhan GBT  Gantong menuju pengolahan timah di Pusmet Muntok.

Tak saja tanah dan batu hasil galian  mineral yang sudah memelalui proses pengolahan yang terbuang sebagai limbahpun tetap diproses. Masih dapat lima persen lagi kandungan timah yang berhasil diproses kembali  sebelum dikirim ke Pusmet Muntok untuk dilebur.

”Kalau berbicara penambangan bukan persoalan mahal, tapi berkelanjutan atau tidak bagi sebuah usaha. Sekarang memang butuh investasi, tapi lima atau sepuluh tahun kedepan baru bisa menikmatinya,” kata Dananggoro W Kepala UPTP PT Timah Tbk.

Danang sudah dua tahun ini bergabung dengan PT Timah Tbk. Dia dipercaya untuk memimpin UPTP unit ini khusus menggarap  penambangan timah primer dengan konsep good mining practice. Selain di Damar Beltim, PT Timah Tbk memiliki Izin Usaha Penambangan di Pemali Kabupaten Bangka, Tempilang di Bangka Barat, dan Desa Paku di Kecamatan Payung Bangka Selatan yang sudah mulai digarap timah primernya. Hanya saja, selama ini belumlah sepenuhnya dikelola seperti di Batu Besi.

“Memang di wilayah ini sudah dilakukan penambangan timah primer  oleh mitra. Dan juga sudah disosialisasi. Bedanya kalau di sini (Batu Besi) masih ori, sedangkan di lokasi Pemali, Paku dan Tempilang sudah dikerjakan tinggal diperbaiki,” kata Danang dalam beberapa bulan terakhir aktif menggelar pembahasan dalam hal memperbaiki open pit di tiga wilayah tersebut.

Open pit Batu Besi di Damar memang didesain dari awal dengan sepenuhnya menjalankan konsep penambangan yang benar seperti aspek keselamatan kerja, lingkungan, pengolahan air hingga kenyamanan pekerja. Berbeda dengan di tiga lokasi yang sudah ditambang lebih dahulu.

Open pit Batu Besi memiliki lima blok di lokasi 604 hektar. Blokc 3 seluas 20 hektar baru dalam tahap uji coba setahun ini. Kegiatan penambangan yang menerapkan good mining practice di blok 3 itu baru menyentuh kedalaman 20 meter. Diperkirakan butuh waktu 5 tahun lagi akan kelar dengan maksimum kedalaman 40 meter. “Pilot project di sini nantinya menjadi super pit dengan melihat potensinya,” tukas Danang.

Sejak awal kegiatan penambangan di Batu Besi  sudah mempersiapkan proses reklamasi dan program yang akan melibatkan masyarakat sekitar tambang agar berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Prinsip inilah yang baru diterapkan di UPTP Batu Besi Damar. Aspek dari penambangan yang benar ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sosial, ekonomi dan kelembagaan sekitar wilayah operasi perusahaan.  Karena good mining practice  adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan tekhnologi yang sesuai berlandaskan pada efektifitas dan efisienasi, melaksanakan konservasi bahan galian, mengendalikan dan memeliharan fungsi lingkungan hingga mengakomodir keinginan masyarkaat dan meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pada lahan bekas tambang inilah nanti untuk keterlibatan masyarakat melalui CSR agar memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat seperti perkebunan dan pemanfaatan untuk pariwisata. Tapi sejak awal sudah kita bahas bersama masyarakat untuk kawasan pertanian yang bisa menghasilkan,” kata Danang.

Danang menjelaskan jika teknik penambangan yang baik diterapkan di Batu Besi Damar pada prinsipnya dilakukan apabila di dalam aktifitas pertambangan tersebut dilakukan perencaan dan ketentuan sejak eksplorasi hingga pasca tambang. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan secara baik, benar dan memadai. Perhitungan cadangan layak tambang  ditetapkan dengan baik (tingkat akurasi  tinggi). Demikian pula dengan studi kelayakan (feasibility study ) yang komprehensif dengan didukung data yang cukup, termasuk studi lingkungannya (AMDALatau UKL/UPL).

Teknik dan sistem tambang serta proses pengolahan atau pemurnian direncanakan dan dilaksanakan secara baik . Teknik konstruksi dan pemilihan peralatan tepat guna. Sistem pengangkutan bahan tambang, termasuk pemilihan alat angkut dan alat berat lainnya.

Produksi juga disesuaikan dengan jumlah ketersediaan cadangan dan spesifikasi. Program pasca tambang baik sebelum seluruh aktifitas dihentikan. Pada pasca tambang harus segera dilakukan kegiatan penataan dan reklamasi pada lahan bekas tambang yang disesuaikan dengan perencanaannya. Pelaksanaan penataan dan reklamasi sebaiknya mengacu pada rencana tata ruang daerah yang bersangkutan dan disesuaikan dengan kondisi lahan.

Mantan Ketua Komnas HAM Nurkholis  pendiri The Global Law Firm mengatakan jika good mining practice yang sudah diterapkan PT Timah Tbk di Damar Belitung Timur adalah bagian dari pelaksanaan prinsip-prinsip bisnis dan pelaksanaan hak azazi manusia.

Tuntutan tersebut, kata Nurkholis wajib diperhatikan dalam melaksanakan aktifitas di dunia pertambangan, dimana dalam melaksanakan aktifitas pertambangan  harus melaksanakannya secara baik dan benar.

"Banyak hal yang mendasari mengapa perlu dilakukannya penambangan yang baik dan benar, diantaranya permasalahan umum tambang di Indonesia adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pengelola tambang meninggalkan lahan tambang begitu saja setelah tidak produktif lagi. Semestinya pengelola tambang mengusahakan pembangunan berkelanjutan bagi warga di sekitar lokasi tambang.  Berkembangnya suatu peradaban berarti berkembangnya suatu masyarakat yang beradab. Perlunya menegakan HAM dan menghargai budaya, tatanan adat, serta tatanan nilai dalam setiap hubungan dengan pemangku kepentingan (stakeholder),” kata Nurkholis sebagai pemateri saat acara Focus Group Discussion, Jumat (11/10/2019) di Tanjungpandan.

Diapun menambahkan, upaya PT Timah Tbk menjalankan prinsip-prinsip penambangan yang benar sudah dilakukan saat ini, salah satunya Open Pit di Damar.

“Itu salah satunya sebagai bentuk komitmen PT Timah Tbk  pada penghormatan hak azazi manusia, sebab penambangan yang baik memperhatikan aspek kelamatan kerja, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi tambang. Memang belum sepenuhnya tapi perlu terus didorong agar berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam penambangan,” tukas Nurkholis.

Dari Damar Belitung Timur ini,  komitmen penambangan yang benar akan diterapkan oleh PT Timah Tbk di wilayah penambangan lainnya di Bangka  Belitung. Setelah Open Pit Damar, tugas berikutnya adalah penambangan timah primer di Pemali, Tempilang, dan Paku. Jika  konsisten diterapkan, dampak kerusakan lingkungan bisa diminimalisir, keberlanjutan penambangan timah terjamin dan  kesejahteraan masyarakatppun terdongkrak. Tugas yang tak mudah, tapi wajib bagi PT Timah Tbk. (*)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL