Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Kadis ESDM Bangka Belitung Tetap Terima Gaji

Endi    •    Selasa, 08 Oktober 2019 | 14:32 WIB
Lokal
Suranto saat ditangkap tim gabungan Kejaksaan Agung RI di salah satu rumah makan kawasan Cisarua, Jawa Barat.(ist)
Suranto saat ditangkap tim gabungan Kejaksaan Agung RI di salah satu rumah makan kawasan Cisarua, Jawa Barat.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --Mantan Kepala Dinas Energi Sumberdaya Energi dan Mineral, Suranto Wibowo, ternyata masih menerima gaji dari statusnya sebagi Aparatur Sipil Negara (ASN), meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan ditahan Kejati Bangka Belitung, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: Diduga Korupsi, Mantan Kadin ESDM Babel Ditangkap di Rumah Makan

"Mengenai kepegawaiannya kalau sudah tersangka begitu belum kita berhentikan, paling gajinya kita potong 50 persen," kata Kepala BKPSDM Pemrov Babel, Sahirman, ketika dikonfirmasi via telepon.

Menurutnya, Suranto sudah dicopot dari jabatannya sebagi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

"Dia (Suranto) memang sudah di non job pada saat proses pemeriksaannya kemarin," terangnya.

Diberitakan sebelumnya Jajaran Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel), menangkap Suranto Wibowo, yang sedang menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur  bidang ekonomi, keuangan dan pembagunan

Suranto ditangkap  di sebuah rumah makan di kawasan Cisarua, Senin (7/10/2019) malam dan di terbangkan ke Babel pada Selasa (8/10).

Dengan tangan terborgol, Suranto hanya tertunduk lesu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, saat giring menuju mobil tahanan kejaksaan di Kawawan Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Mantan Kepada Dinas ESDM Pemrov Babel ini, ditangkap lantaran terlibat korupsi dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) solar cell di Belitung dan Belitung Timur senilai Rp 2,9 miliar.

 

"Setelah kami mengetehaui posisinya, kami bekerjsama dengan Kejaksaan Agung dan tim penyidik korupsi Kejaksaan Babel, dia kami muntuti dari pagi," kata Kajati Babel, Aditya Warman.

Penangkapan Suranto, ujar Kajati, cukup sulit karena tersangka selalu berpindah-pindah tempat.

"Dia sempat muter-muter dari Karawaci, Kejakarta hingga ke Bandung sampai ke kawasan Cisarua, tepat jam 9 malam kami tangkap dia di rumah makan," terangnya

Penangkapan tersebut dilakukan, lantaran tersangka dinilai tidak kooperatif dalam menjakankan setiap tahapan penyidikan.

"Yang bersangkutan sudah kita berikan kesempatan untuk berobat, kita melakukan penanganan perkara menempatkan etika dan moral diatas kepala kita. Kita beri kesempatan berobat, tapi tidak juga kooperatif kita lakukan tindakan ini (penangkapan,-red),"  tegasnya.

Suranto kemudian dibawa ke Kejaksaan Tinggi Bebel sebelum dilakukan penahanan di lapas.

Sebelumnya, Kejati Bangka Belitung telah menangkap dan menahan tersangka lainnya yakni, Chandara yang bertugas sebagai pelaksana lapangan dan Hidayat selaku Direktur PT Nico Pratama Mandiri, dalam proyek PJU tersebut.(dag/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL