Cerutu Oesman 1921 Hadir di Pangkalpinang

Robby_Salim    •    Selasa, 08 Oktober 2019 | 17:11 WIB
Ekonomi
Cerutu Oesman 1921.(ist)
Cerutu Oesman 1921.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com – Bagi anda penikmat cerutu di Bangka Belitung, khususnya Pangkalpinang tak perlu lagi membeli diluar. Saat ini sudah ada cerutu buatan putra daerah yakni Oesman 1921 Cigar Store PKP.

Cerutu Oesman 1921 digagas oleh Rizky Nugraha alias Oesman (26) warga Air Itam Pangkalpinang. Ia mulai menekuni pembuatan cerutu sejak Januari 2019.

Menurut Oesman, dirinya tertarik dengan cerutu saat bekerja di Thailand setahun yang lalu. Setelah pulang ke Pangkalpinang, ia mulai menekuni pembuatan cerutu.

“Banyak literasi yang saya pelajari mulai dari teman-teman hingga melihat di youtube bagaimana cara menggulung tembakau hingga menjadi cerutu serta meramunya hingga beraroma khas,” tutur Oesman kepada wowbabel.com, Selasa (8/10/2019).

Oesman sengaja mendatangkan tembakau berkualitas untuk membuat cerutunya, yakni dari daerah Besuki Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dalam sebulan ia membeli tembakau berkualitas yakni East Java Tobacco dari  Jember sebanyak tiga kilogram.

“Saya sengaja memilih tembakau berkualitas yakni East Java Tobacco dengan harga kisaran Rp 1 juta per tiga kilogram. Bahan itu terdiri dari filler, binder dan pembungkus luar yang disebut wraper,” jelas Oesman.

Diakui Oesman dari tiga kilogram tembakau ia mampu membuat 100 batang cerutu dengan kualitas premium. Harga yang dipatok tidak terlalu mahal yakni Rp 200 ribu per tiga batang cerutu yang dibungkus box kayu jati.

“Saat ini saya baru membuat cerutu jenis robusto dengan kualitas premium. Sebenarnya banyak juga jenis cerutu seperti corona, torpedo, piramida, grand robusto dan grand corona,” terang Oesman.

Oesman masih menjual cerutunya untuk kalangan sendiri dengan member card dan tidak untuk semua kalangan. Ia telah menyiapkan sebuah gerai di kawasan Air Itam Pangkalpinang, yakni Oesman 1921 Cigar Store PKP.

“Kalau di luar negeri seperti di Thailand, cerutu tidak hanya sekedar untuk diisap tapi juga sebagai alat relaksasi bahkan alat lobi bisnis,” ungkap Oesman.

Oesman bercita-cita ingin menjadikan cerutu sebagai salah satu icon di  Bangka Belitung bahkan berkeinginan untuk membuat kebun tembakau sendiri.

“Memang ada sedikit kendala untuk mengembangkan bisnis cerutu, seperti pemodalan serta dukungan pemerintah seperti perizinan,” tukas Oesman.(wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL