Legislator dan Pengusaha Satu Suara Mendukung KI Sadai

Aston    •    Rabu, 25 September 2019 | 18:16 WIB
Ekonomi
Kawasan Industri Sadai
Kawasan Industri Sadai

TOBOALI, www.wowbabel.com - Para legislator atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan pengusaha lokal menyambut positif Kawasan Industri Sadai (KI Sadai) yang telah masuk dalam RPJM 2020-2024 oleh Bappenas. 

"Kami sebagai legislatif menilai sangat positif dan apresiasi kepada pak Bupati karena dalam jangka waktu yang cukup relatif singkat  bisa membawa Sadai masuk dalam RPJM nasional,  sangat membanggakan," kata Wendy anggota DPRD Basel, Rabu (25/9/2019).

Politisi Partai Demokrat sekaligus Ketua Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan itu menilai, sektor industri akan berdampak pada pendapatan daerah, terbukanya lowongan pekerjaan serta dapat meningkatkan perekomian masyarakat.

"Jadi, mudah-mudahan perekonomian bangka selatan semakin baik lagi dan secara umum mempengaruhi perkembangan pembangunan Bangka Selatan kedepannya," kata Wendy.

"Dan karena sudah masuk RPJM Nasional saya optimis bukan hanya hayalan," sambungnya. 

Selaku pihak legislatif, lanjut Wendy, dirinya siap mengawal dan mendorong pihak eksekutif agar kawasan industri dapat terealisasi. Hanya saja ia mengingatkan agar birokrasi perizinan berusaha agar lebih terintegrasi, mudah, cepat, murah dan transparan.

Ia juga mengajak semua stakeholder dan elemen masyrakat untuk sama-sama mengawasi dan mendukung agar KI Sadai cepat beroperasi.

"Kita akan terus mengawal jangan sampai KI Sadai hanya perencanaan, kita dorong terus sampai pemerintahan baru nanti, akan kita dorong terus. Regulasi dipermudah seperti perizinan karena kita butuh investasi. Kita mengharapkan ada perkembangan positif dengan adanya kawasan industri, misalkan meningkatkan PAD, terbuka lowongan pekerja, dan imbas lain seperti sektor UMKM hidup. Untuk itu kita mohon semua elemen masyrakat saling sinergi bersatu untuk mewujudkan kawasan industri karena sangat bermanfaat," terangnya.

Sementara, anggota dewan dari PDIP, Solman dari dapil 3 Tukak Sadai, mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan tenaga kerja lokal agar tak kalah bersaing dengan tenaga kerja luar. Pemerintah dan pelaku usaha industri diminta berkomitmen mengutamakan tenaga kerja lokal. 

"Jangan sampai hadirnya industri justru meminggirkan tenaga kerja lokal karena ulah para pelaku industri lebih memilih tenaga kerja dari luar," tegas Solman. 

"Namun Intinya kita merasa bersyukur jika benar program kiss sadai masuk dalam program RPJMN. Kita sangat berharap dengan adanya industri tentu saja akan menciptakan lapangan kerja sekaligus dapat menyerap tenaga kerja lokal," tukasnya. 

Negeri Junjung Besaoh Bangka Selatan menuju era Industri juga mendapat respon positif dari pelaku usaha lokal daerah setempat, Jimmy Dwi Putra. 

Jimmy selaku Pengusaha yang bergerak disektor sumber daya energi itu menilai dengan adanya  kawasan sektor industri maka perekonomian Basel kedepan semakin bergairah. Dan Bagi pelaku usaha, KI Sadai merupakan ladang untuk berinvestasi. 

Hanya saja, Ia berharap pemerintah konsisten atas kepastian berusaha bagi para pengusaha. 

"Tentunya kita sangat support, dan sebagai pengusaha lokal harapan kita mendapat tempat, serta kepada pemerintah dapat mewujudkan kesinambungan dan konsistensi atas kepastian berusaha," kata Jimmy. (ADV)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL