Fantastis, Nilai Investasi KI Sadai Diproyeksikan Rp 100 Triliun

Aston    •    Selasa, 24 September 2019 | 14:17 WIB
Lokal
Ilustrasi pengembangan Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya.(dok)
Ilustrasi pengembangan Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya.(dok)

TOBOALI,www.wowbabel.com  -- Nilai Investasi di Kawasan Industri Sadai dan sekitarnya (KI Sadai) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  diproyeksikan pada tahun 2025 mencapai Rp 100 Triliun. Saat ini KI Sadai sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024 oleh Bappenas.

Baca Juga: KI Sadai Masuk RPJM Nasional, Investor Tinggal Bawa Uang

"Kalau saya ngitung-ngitungnya nanti sampai tahun 2025 nilai investasi KISS (Kawasan Industri Sadai dan Sekitarnya) sekitar Rp 100T, itu sampai tahun 2025. Kalau sampai Tahun 2045 tinggal merdekanya saja kita," kata Justiar Noer, Bupati Bangka Selatan kepada wowbabel.com, Senin (23/9/2019).

Nilai investasi itu kata Justiar, berasal dari investasi pembangunan pabrik, serta nilai investasi yang berasal dari pembangunan infrastruktur seperti pembangunam jalan, listrik, termasuk pengembangan Pelabuhan Sadai.

Justiar mengatakan, saat ini sudah ada investor yang melirik dan menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di kawasan Industri Sadai. Baik investor dalam negeri maupun asing. Salah satunya investor asal Negeri Tirai Bambu , China.

"Saat ini sudah ada beberapa yang ingin ikut membangun khususnya dari China dan beberapa dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kita," ucap Justiar.

Justiar berkeyakinan sektor industri  mampu mendongkrak perekonomian Bangka Selatan kedepannya. Karena kata Justiar, jika  berharap dari APBD maka sulit tercapai. Oleh sebab itu  perlu inovasi pembangunan berbasis kawasan, salah satunya kawasan industri.

"Kalau pembangunan lewat APBD kita hanya  Rp 0,8 triliun per tahun, kalau 2025 kita bisa masuk 100 triliun itu berapa kali masa bupati atau berapa tahun masa bupati kita yang setiap tahun hanya 0,8 triliun. Jadi bagaimana kita mempercepat pembangunan agar masyarakat dapat menikmati, jangan berpikir terlalu pendek kita perlu berpikir jauh kedepan dan tentunya perlu proses," tuturnya.

Rencana investasi tersebut, kata Justiar  tergantung dari pihak swasta, karena kawasan industri  akan dibangun oleh pihak swasta, sementara pemerintah hanya menyiapkan  infrastruktur untuk sarana pendukung saja.

"Perkembangan terakhir  Bapak Presiden sudah menerbitkan bahwa boleh pembangunan oleh swasta tidak hanya monopoli BUMN, misalkan pelabuhan oleh Pelindo, sekarang tidak usah pakai Pelindo lagi, jadi sekarang kita sudah ada BOP Pelabuhan Sadai yang kita namanakan STIL (Sadai Terminal Internasional Logistik) nanti  untuk ekspor impor bisa masuk di sana, dan pelabuhan kita buat berdampingam dengan pabrik kawasan industri, " terangnya

"Jadi yang akan bangun swasta, bukan pemerintah lagi sama saja dengan Jababeka Bekasi bukan punya pemerintah, hanya wilayah ada di Bekasi," tukas Justiar.

Pemerintah, menurut Justiar hanya membantu membuat insfrastruktur awal, misalkan pembangunan sumber daya listrik  PLN, dan sebagainya.

"Memang banyak teman-teman se-Babel yang bertanya bahwa banyak biaya yang dikeluarkan pemerintah, padahal saya sudah memikirkan jauh dan bahwa saya sebetulnya tidak mengeluarkan biaya. Saya hanya membuat untuk infrastruktur awal, misalkan jalan nasional kita buka dulu kemudian selanjutnya pemerintah pusat," ujarnya.

Dampak dari keberadaan kawasan industri terhadap perekonomian daerah  dari berbagai kegiatan pembangunan kawasan, selain pendapatan dari pajak dan royalti, yakni penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan sampai 10 ribu orang ditahun 2025 sehingga akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Justiar  menambahkan, KI Sadai merupakan kawasan industri hilir, misalnya industri hilirisasi timah.

"KISS salah satu produk didalamnya industri hilirisasi, timah misalkan hilirnya solder salah satunya. Ada juga mineral ikutan timah yang akan dikembangkan lewat industri Sadai, ada juga nantinya pabrik kaca, tekstil, biosolar, dan produk hilir dari kelapa sawit," tukasnya.(as/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL