Aparat Daerah Kurang Maksimal, Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Tim_Wow    •    Selasa, 17 September 2019 | 08:36 WIB
Nasional
Presiden Jokowi memimpin ratas terkait penanganan Karhutla. (Ist)
Presiden Jokowi memimpin ratas terkait penanganan Karhutla. (Ist)

PEKANBARU, www.wowbabel.com -- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas bersama dengan jajaran terkait untuk membahas langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat tiba di Pekanbaru, Provunsi Riau, Seninn (16/9/2019) malam. 

Kepala Negara menegaskan, pencegahan merupakan sebuah hal yang mutlak dalam suatu proses penanganan karhutla.

"Pencegahan di dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan itu adalah mutlak harus dilakukan. Karena kalau yang terjadi sudah kejadian kebakaran apalagi di lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun kita sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan," ujarnya dalam sesi pengantar rapat yang digelar di Hotel Novotel Pekanbaru.

Presiden memandang bahwa keberadaan perangkat-perangkat yang dimiliki baik oleh pemerintah di tingkat pusat, daerah, maupun aparat keamanan sebenarnya mampu untuk melakukan segala upaya pencegahan tersebut. Namun, kerja sama yang dirasa kurang efektif dan inisiatif yang tidak maksimal menyebabkan peristiwa karhutla kembali terulang. 

"Gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah: bupati, wali kota, camat, kepala desa. Pangdam juga punya perangkat dari danrem, dandim, sampai koramil, bhabinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat dari kapolres, kapolsek, sampai bhabimkamtibmas," Presiden menguraikan.

"Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik," imbuhnya.

Maka itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak m



1   2      3