Dua Tower BTS Milik PT Gihon Tak Bayar Retribusi dan IMB

Aston    •    Senin, 02 September 2019 | 14:20 WIB
Lokal
Sekretaris  Diskominfo Bangka Selatan, Yoko F Ratzumury.(as/wb)
Sekretaris Diskominfo Bangka Selatan, Yoko F Ratzumury.(as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Dua tower menara telekomunikasi milik PT Gihon di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dikabarkan tidak bayar retribusi serta tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Berdasarkan informasi yang didapat dua tower milik PT Gihon yang bermasalah terletak di Desa Rindik, Kecamatan Toboali, dan Desa Penutuk Kecamatan Lepar Pongok.

PT Gihon tak melaksanakan kewajibannya membayar retribusi kepada Pemkab Basel sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Sementara tower menara telekomunikasi milik PT Gihon di Desa Penutuk Kecamatan Lepar Pongok diketahui tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Ironinya, tower sudah berdiri dan sudah dioperasionalkan oleh penyedia layanan provider.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), membenarkan dua tower menara telekomunikasi milik PT Gihon di Desa Rindik dan Penutuk belum memenuhi kewajiban membayar retribusi serta belum mengantongi izin mendirikam bangunan (IMB).

Sekretaris  Diskominfo Bangka Selatan, Yoko F Ratzumury  mengatakan, tower menara telekomunikasi milik PT Gihon yang terletak di Desa Rindik Kecamatan Toboali belum memenuhi kewajiban membayar retribusi pengendalian menara telekomunikasi. Sementara tower menara milik PT Gihon di Desa Penutuk Kecamatan Lepar Pongok dibangun tanpa izin mendirikan bangunan.

Menurut Yoko, pihaknya telah melayangkan surat kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang berisikan permintaan penyegalan terhadap dua tower menara telekomunikasi milik PT Gihon.

"Ada dua menara dengan satu penyedia, satu menara di Desa Rindik dan satunya di Desa Penutuk. Menara di Desa Rindik belum bayar retribusi sementara di Desa Penutuk terkait IMB yang belum ada," ujar Yoko kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

"Karena itu kami sudah menyurati Satpol PP selaku penegak perda untuk melakukan penyegelan menghentikan operasional sementara terhadap dua menara milik PT Gihon," sambungnya.

Kedua menara telekomunikasi milik PT. Gihon sudah dioperasionalkan oleh penyedia layanan provider. Menara yang terletak di Desa rindik dioperasionalkan oleh  XL Axiata dan di Desa Penutuk Tanjung Sangkar Kecamatan Lepar Pongok dioperasionalkan oleh penyedia layanan provider Telkomsel.

"Sejauh mana penindakannya saya masih berkoordinasi dengan bidang teknis," tutur Yoko.

Lanjutnya, alasan Kominfo mengambil tindakan penyegelan lantaran sudah melakukan tahapan peringatan kepada pihak perusahaan, namun belum diindahkan sehingga pihaknya melakukan penindakan penghentian operasional sementara.

Sementara surat permintaan penyegalan dari Kominfo kepada Satpol PP sudah dilayangkan sejak tanggal 14 Agustus 2019 yang lalu.(as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE