Harga Timah Dunia Terus Tertekan, PT Timah Tetap Optimis

Tim_Wow    •    Kamis, 29 Agustus 2019 | 14:46 WIB
Nasional
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

LONDON,www.wowbabel.com --Menjelang akhir Agustus 2019, harga timah di bursa London Metal Exchange (LME) terus melemah. Harga belum menyentuh USD 16.000 per metrik ton.  Harga tiga timah untuk kontrak tiga bulan melanjutkan tren turunnya pada perdagangan  Selasa-Rabu (27-28)  Agustus 2019. Bahkan harga timah  mendekati level terendah di tahun 2015.

Pada Selasa (27/8) timah dijual sekitar USD15.625 per ton, dalam tiga bulan timah telah turun sekitar 12%, merosot sekitar USD 1.900 per ton. Pad apenjualan Kamis (29/8) untuk kontrak tiga bulan timah dilepas USD 15.850 per ton.

Para pengamat pasar menilai timah di bursa LME, berkinerja terburuk di antara semua logam, penjualan timah di bursa kehilangan 19% sepanjang tahun ini karena lemahnya permintaan. Pabrik peleburan timah di China memangkas produksi karena penjualan yang lesu, biaya pemrosesan yang rendah, dan berkurangnya ketersediaan bijih.

“Saya belum pernah melihat ini selama karir saya. Akhirnya. Tapi itu karena harga timah turun. Dan harga nikel naik, ”kata Yim Suk Jae, seorang manajer di STX Corp, yang menangani pasokan dari proyek nikel dan kobalt Ambatovy dikutip dari reuters.com.

Meski harga  timah terus tertekan dengan melambatnya permintaan,  PT Timah Tbk, emiten tambang mineral milik negara, optimistis tahun ini bisa mencapai target produksi sebesar 60 ribu metrik to. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan PT Timah Tbk Emil Emindra, dalam acara Public Expose Live 2019, yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Di samping ada ancaman pasti ada peluang, kan Amerika Serikat (AS) kehilangan pasar di sana, kita lihat berapa lama gencet-gencetan itu (perang dagang)," katanya, di Gedung BEI, Selasa (27/8). Ia mengungkapkan selain produksi, penjualan PT Timah juga berhasil ditingkatkan dari 12,7 ribu metrik ton menjadi 31,6 ribu metrik ton. “Penjualan kami memang 98 persen ekspor dan 2 persen untuk pasar domestik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan produksi dan penjualan, perseroan memperluas basis pelanggan yakni menjalin kerja sama dengan bursa berjangka dan kliring berjangka serta pergudangan Banda Ghara Reksa (BGR) persero.

"Untuk memperkuat basis pelanggan, kami sudah jalin kerja sama dengan bursa berjangka Jakarta dan PT Kliring Indonesia Persero dan PT Bhanda Ghara Reksa. Kami ingin BUMN bersinergi dan mewujudkan peran nyata BUMN hadir untuk negeri," katanya.

Bursa Pasar Fisik imah Jakarta Future Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT KBI (Persero) di gudang BGR Logistic, kawasan Ketapang, Pangkalpinang, Senin (26/8/2019) meluncurkan pasar timah.Peresmian perdagangan itu juga ditandai dengan ekspor perdana timah batangan sebanyak 1.410 ton oleh PT Timah Tbk di Pangkal Pinang.

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta mengatakan, Bursa Berjangka Jakarta sangat menyambut baik dengan adanya Sinergi BUMN ini, yang tentunya diharapkan akan mampu meningkatkan harga timah khususnya dari Bangka Belitung. Dan perdagangan timah murni batangan yang akan diperdagangkan di BBJ ini, tentu mengikuti ketentuan yang berlaku dalam perdagangan Timah Batangan di Indonesia.(*)

Halaman