PT Timah Pertimbangkan Lepas LME dan KLTM

Endi    •    Senin, 26 Agustus 2019 | 23:15 WIB
Ekonomi
Dirut PT Timah Tbk, M. Riza Pahlevi. (dag/wowbabel)
Dirut PT Timah Tbk, M. Riza Pahlevi. (dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Langkah Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk masuk dalam perdagangan timah murni batangan mendampingi BKDI dinilai akan membasa dampak positif, apalagi BBJ menggandeng dua BUMN yakni PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT BGR Persero.

Sebelumnya, PT Timah sudah lebih dulu menggunakan bursa dalam negri lainnya yakni Bursa Komoditi  Derivatif Indonesia (BKDI) atau ICDX.

Walaupun sudah ada dua bursa Timah kelahiran Indonesia tersebut, namun PT Timah masih belum menarik diri dari bursa London  Metal Exchange (LME)  Inggris maupun Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) Malaysia.

Direktur utama (Dirut) PT Timah Persero Tbk, M Riza Pahlevi Tabrani, mengakui kejelian BBJ dalam memasukan brand PT Timah dalam bursa komoditas timah murni batangan.

Sebab dengan standarisasi kualitas yang dimiliki PT Timah akan membantu pembelian timah dunia untuk menemukan produk timah yang diperdagangkan di lantai bursa.

"Sebenarnya tantangan yang kita hadapi bagimana bayer mau datang ke bursa kita, itu yang paling penting. Selama ini komplain yang sering kita terima bahwa kalau mereka (buyer) mau beli timahnya PT Timah tidak bisa karena tidak ada brand. Nah bursa yang baru ini ada brandnya, jadi mereka bisa langsung beli," jelas Riza, saat kegiatan launching dan eksport perdana timah batangan bekerjsama dengan BBJ, di Gudang BGR, di Jalan Ketapang No. 77, Pangkalpinang, Senin (26/8/2019).

Kendati optimis dengan kehadiran BBJ, PT Timah masih belum menarik diri dari  bursa perdagangan komoditas LME Inggris maupun KLTM Malaysia.

PT Timah mengaku masih mengevaluasi kinerja dari bursa-bursa yang ada, sebelum memutuskan sepenuhnya memasarkan produk mereka hanya pada bursa dalam negeri atau sebaliknya. 

"LME inikan bursa yang orang bisa masuk bisa keluar. Kalau Malaysia kita memang tidak ada transaksi, tapi kalau LME kita keluar gak juga, makanya lihat situasi kalau bursa dalam negri ini bagus,  ngapain kita gunakan bursa yang lain," jelasnya.

Rizal menyebutkan Belum ada rencana PT Timah untuk menarik diri dari bursa LME dan KLTM, karena masih ingin melihat progres dari kedua bursa BBJ dan ICDX. 

Bila performa dari  dua bursa ini dinilai cukup mumpuni, PT Timah tidak menutup kemungkinan untuk memperdagangkan produknya secara eksklusif di BBJ atau ICDX. 

"Kalau bursa kita efisien, pembeli akhir mau datang kesini, mudah-mudahan cita-cita mengatur harga bisa terlaksana," tukasnya. (dag/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL