Ibrahim: Dorong Peran Pemuda di Era Milineal

Jurnalis_Warga    •    Senin, 26 Agustus 2019 | 09:29 WIB
Lokal
Masyarakat peduli Transparansi dan demokrasi Bangka Belitung (MPTD) menggelar dialog kebangsaan, Sabtu, (24/08/ 2019)  lalu di Warkop Papa Pangkalpinang.(ist)
Masyarakat peduli Transparansi dan demokrasi Bangka Belitung (MPTD) menggelar dialog kebangsaan, Sabtu, (24/08/ 2019) lalu di Warkop Papa Pangkalpinang.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Masyarakat peduli Transparansi dan demokrasi Bangka Belitung (MPTD) menggelar dialog kebangsaan, Sabtu, (24/08/ 2019)  lalu di Warkop Papa Pangkalpinang.

Acara ini menghadirkan kaum pemuda dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kampus di Bangka Belitung yaitu Amsori Ketua MPTD Babel, Ketua PMII Komisariat UBB Rio Saputra, Ketua Parindra Babel Tabrozi dan Anggota MPTD Babel.

Adapun tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah “Peran Pemuda dan Mahasiswa Bangka Belitung Menjaga Toleransi Beragama dan Menjunjung Tinggi Ideologi Pancasila.

Sedangkan narasumber dari akademisi yakni DR Ibrahim selaku Dekan Fisip UBB dan DR Rusdi Sulaiman selaku Wakil Rektor I IAIN SAS

Menurut Ketua  MPTD BABEL Amsori, kegiatan ini untuk menjaga toleransi antar umat beragama agar tidak ada perpecahan yang bisa mengkotak-kotakan masyarakat di Bangka Belitung.

"Dengan kegiatan ini kami mengajak untuk masyarakat Bangka Belitung bersatu sehingga kita dapat meningkatkan kecintaan terhadap Pancasila serta memerangi isu radikal dan Inteloransi,” imbuhnya.

Amsori juga berharap masyarakat Bangka Belitung tidak membedakan satu sama lain agama ras dan budaya

"Tidak ada  perbedaan antar umat beragama mari kita bersama- sama merawat  kebenekaan di Bangka Belitung,dan  kokoh-kokoh kan nilai- nilai toleransi Bangka Belitung agar tetap satu tidak ada perpecahan antar masyarakat Bangka Belitung,” ajak Amsori.

DR. Rusdi Sulaiman selaku Wakil Rektor I IAIN SAS, menyampaikan kegiatan seperti ini signifikan dan sangat  urgen untuk  dilakukan  dalam rangka memberi wawasan kebangsaan,  khususnya pemuda dan mahasiswa.

"Ia menegaskan dan juga dalam rangka untuk menumbuhkan  peradaban yang cukup kuat artinya wawasan sangat penting apalagi wawasan ber politik bagaimana berwarga negara dan menjadi komunitas yang berdasarkan pengetahuan untuk menyikapi banyak hal tentang hal-hal  yg berhubungan dengan keagamaan" tutur Rusdi.

Ditambahkan Rusdi peran mahasiswa bahwa dalam menanggapi toleransi beragama dan nilai-nilai  idiologi Pancasila

"Bahwa mahasiswa harus membekali dirinya dengan pijakan  yang kuat pertama misalnya kekuatan pemahaman keilmuan dasar negara Pancasila dan Undang-undang Dasar  1945,” kata Rusdi.

Sementara itu DR  Ibrahim mengukapkan satu hal paling penting adalah  ingin mendorong peran pemuda di era melenial ini  tapi tidak kehilangan geregatnya terhadap upaya untuk memepertahan kebangsaan  dan ideologi Pancasila.

“Saya kira ini lebih penting bagi kita dan saya menyambut gembira karena temen-temen di hari  tujuh belas ini dan karnaval mempunyai semangat kegiatan yang mangkin  tinggi ini menjadi salah satu indikator  bahwa kita bisa memberikan  subangsih bagi peradaban terutama perstauan dan kesatuan kita  di Bangka Belitung." Kata Ibrahim.

Ibrahim mengingatkan peran mahasiswa dalam dalam menanggapi idiologi Pancasila

"Salah satu cara mensosialisasikan dan yang terpenting mengamalkan dan  agar tertanam nilai - nilai pancasila dalam  diri mahasiswa  mempunyai jiwa  Pancasilais. Serta Dengan  cara mengajak mahasiswa untuk memanfaat kan demokrasi ini dengan cara melenial seperti membuat karya tulis." tukasnya.(*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE