Dasvin sebut Bangka Barat Minim Investor Pariwisata

Kabid Penanaman Modal DPMPPTSPTKT Kabupaten Bangka Barat,  Dasvin SP.(rul/wb)
Kabid Penanaman Modal DPMPPTSPTKT Kabupaten Bangka Barat, Dasvin SP.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPMPPTSPTKT) Bangka Barat mengungkapkan minimnya investor pariwisat yang masuk Bangka Barat.

Kabid Penanaman Modal DPMPPTSPTKT Kabupaten Bangka Barat, Dasvin SP mengatakan saat ini investor yang masuk ke Bangka Barat masih menggarap sektor perikanan dan perkebunan.

"Kalau dukungkan untuk berinvestasi itu sebenarnya sudah banyak, cuma banyak yang dibidang perikanan seperti tambak udang, perkebunan sawit," ungkap Dasvin ketika diwawancara di kantornya, Selasa (13/09/2019).

Menurut Dasvin pihaknya sangat berharap para investor berinvestasi dalam bidang pariwisata. "Sebenarnya yang kita harapkan ini investor di bidang pariwisata, kalau investor kita saat ini banyak tapi banyak yang bergelut di sektor perkebunan kelapa sawit," imbuhnya.

Data realisasi DPMPPTSPTKT Babar investor yang ada saat ini yakni Investor sektor primer PMA (Penanaman Modal Asing) Tanaman Pangan dan Perkebunan PT.Gunung Sawit Bina Lestari total realisasi investasi nol rupiah, dan PT.THEP Estate I & II total realisasi investasi Rp 9.338.3 82.029.

Sektor Sekunder PMA Industri Makanan ada PT.Gunung Sawit Bina Lestari realisasi investasi Rp 1.319.500.316, dan PT.Wilmar Nabati realisasi investasi nol rupiah.

Sektor Tersier Listrik, Gas, dan Air ada PT Mega Power Makmur realisasi investasi Rp 4.600.000.000. Untuk investor PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sektor primer Tanaman Pangan dan Perkebunan ada PT Bumi Permai Lestari (BPL) Realisasi investasi nol rupiah, PT MP. Leidong West Indonesia realisasi investasi nol rupiah, dan PT.Sawindo Kencana realisasi investasi Rp.139.643.843.790.

Sektor sekunder Industri Makanan ada CV Menumbing Jaya Perkasa realisasi investasi nol rupiah, PT Bangka Indah Cemerlang realisasi investasi Rp.190.000.000.000, PT.Kencana Agro Jaya realisasi investasi Rp 3.000.000.000, PT.BPL realisasi investasi nol rupiah, PT Sawindo Kencana realisasi investasi Rp.4.535.805.696, PT MP Leidong West Indonesia realisasi investasi nol rupiah, dan CV Senja Utama realisasi investasi nol rupiah.

Sektor tersier Listrik gas dan air ada PT Energy Karya Persada realisasi investasi nol rupiah, dan PT Listrindo Kencana realisasi investasi Rp 7.156.948.111.

"Kalau penanaman modal ini kita kan hanya mempromosikan, dari pemerintah daerah ini membuka investor luar masuk ke sini," kata Dasvin.

Dasvin menerangkan Bangka Barat harus banyak menarik investor dari luar untuk mengurangi angka pengangguran dan semestinya pabrik kelapa sawit saat ini sudah memproduksi minyak langsung. Sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Seperti beberapa tambak udang sempat dihentikan akibat tidak ada izin juga saat ini kata Dasvin baru mulai mengurusi izin.

"Kurangnya sosialisasi juga mungkin, sebenarnya masyarakat lebih menerima tambak udang ketimbang tambang yang merusak lingkungan," imbuh Dasvin.

Dasvin menyayangkan PT Wilmar yang ingin membuka tangki timbun namun tidak berjalan lagi hanya sebatas pondasinya saja.

"Yang seperti itu kan menutup investor lain mau masuk, karena penguasaan lahan karena mereka memang sudah punya lahan," tukas Dasvin.(rul/wb)



MEDSOS WOWBABEL