Samsul Bahri Kembali Menggugat KPU

Aston    •    Selasa, 13 Agustus 2019 | 17:15 WIB
Lokal
Ketua KPU Bangka Selatan, Amri.(as/wb)
Ketua KPU Bangka Selatan, Amri.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Tidak ditetapkannya sebagai anggota dewan terpilih, Samsul Bahri Caleg Partai Gerindra Bangka Selatan dipastikan kembali akan menggugat. Upaya hukum yang akan dilakukan Samsul Bahri yakni mem-PTUN kan SK penetapan KPU.

Baca Juga: Samsul Bahri Tidak Ditetapkan Jadi DPRD Basel Terpilih

Samsul Bahri dikonfirmasi, pihaknya masih menunggu surat keputusan (SK) penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan hasil pemilu Tahun 2019, yang dilaksanakan Selasa (13/8/2019), di Hotel Grand Marina, Toboali.

"Masih menunggu SK (Surat Keputusan) kita tetap melakukan gugatan ke PTUN (pengadilan tata usaha negara),"  ujar Samsul Bahri kepada wowbabel.com.

Ia menuturkan, pihaknya tetap mencari keadilan dan kepastian hukum terkait permasalahan penggunaan kendaraan dinas yang menyebabkan dirinya dianulir oleh KPU.

"Terkait permasalahan ini kita hanya mencari kepastian hukum dan keadilan hukum, terkait regulasi atau aturan yang dikeluarkan oleh Bawaslu dan KPU Basel. Sejauh mana mereka menelaah masalah ini," kata Samsul.

Bahkan, Samsul berkeyakinan akan menang dalam sidang PTUN. "Dan kita berkeyakinan masalah ini akan kita menangkan di PTUN," ucapnya.

Ia berkeyakinan bahwa pasal 280 ayat 1 point h Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, bukan merupakan tindak pidana Pemilu.

"Pasal 280 ayat 1 point h bukan tindak Pidana Pemilu. Dan KPU sudah melampaui kewenangannya melalui PKPU 5 Tahun 2019 pasal 39 ayat 1 point d yang mencabut hak politik orang lain dan tidak menetapkan kita sebagai calon terpilih," tutur Samsul Bahri.

Sementara Ketua KPU Bangka Selatan, Amri mengaku sudah siap meladeni upaya hukum yang akan dilakukan Samsul Bahri.

"Kami pada prinsipnya siap dan akan menjawab sesuai dengan apa yang di PTUN kan oleh saudara Samsul Bahri. Yang jelas kami melakukan penetapan ini sudah berdasarkan peraturan dan ketentuan yang berlaku yaitu Undang-Undang Pemilu dan peraturan KPU," kata Amri.

Menurut Amri, kemungkinan Samsul Bahri melakukan gugatan tetap ada. Ia juga mengatakan, sebelumnya Samsul Bahri telah melakukan upaya hukum dengan mem PTUN KPU, namun gugatan Samsul ditolak.

"Kemarin itu berita acaranya (BA) yang di PTUN kan tapi hasilnya ditolak, kalau sekarang kemungkinan SK yang dimungkinkan akan di PTUN saudara Samsul Bahri," tukasnya.(as/wb)

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL