Didit : Kalau Menolak KIP, TI Apung Laut Juga Ditolak

Firman    •    Senin, 29 Juli 2019 | 14:55 WIB
Lokal
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menerima masyarakat desa Rebo di ruang dinasnya. (Firman/wowbabel)
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menerima masyarakat desa Rebo di ruang dinasnya. (Firman/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, menerima audiensi sejumlah perwakilan nelayan dan Kepala Desa (Kades) Rebo, Sungailiat Kabupaten Bangka, Senin (29/7/2019) di ruang kerjanya. Pertemuan ini membahas penolakan aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) yang beroperasi di daerah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Didit Srigusjaya mempertanyakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa masyarakat Desa Rebo menolak Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan laut Rebo.

Menurut Didit, disisi lain ada yang menolak KIP beroperasi, tapi disisi lain masyarakat setempat setuju dengan aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) jenis Apung.

"Jadi saya tanya kepada mereka, kalau menolak Kapal Isap, berarti TI Apung laut juga ditolak, jangan mereka bermain-main, dan semua permasalahan selalu harus bebankan kepada DPRD. Oleh sebab itu, saya meminta seluruh perangkat desa untuk menggelar musyawarah terkait perihal tersebut, dan nantinya dari hasil dari musyawarah bersama masyarakat setempat akan dijadikan dasar hukum DPRD Babel," tegas Didit.

Selain itu Didit menambahkan, karena  pemerintah daerah situ mengusulkan agar di daerah itu diusulkan kawasan wisata, kawasan kelautan dan kawasan pertambangan.

"Jadi tidak serta merta DPRD itu harus menggunakan keinginan DPRD, nggak bisa, minimal bupatinya harus kita panggil dulu, masyarakat kita panggil,"



1   2