IUP Dibekukan, Alwin Albar : Kami Pertahankan Sampai Titik Darah Penghabisan

Endi    •    Jumat, 26 Juli 2019 | 22:13 WIB
Ekonomi
Direktur Operasi PT Timah Persero Tbk, Alwin Albar (tengah). (dag/wowbabel)
Direktur Operasi PT Timah Persero Tbk, Alwin Albar (tengah). (dag/wowbabel)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Direktur Operasi PT Timah Persero Tbk, Alwin Albar, secara terbuka menyatakan menolak pembekuan atau pencabutan sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah yang berada diluar zonasi pertambangan, pada Raperda Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) yang sedang digodok DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sebab dalam raperda tersebut, sejumlah wilayah IUP milik perusahaan BUMN ini, masuk dalam zona peruntukan lain seperti zona pariwisata, hutan lindung dan zona tangkap nelayan.

Wacana pembekuan dan penghapusan sejumlah IUP yang bersinggungan dengan zona peruntukan lain ini, jelas ditentang habis oleh PT timah yang mengaku siap mempertahankannya dengan segala upaya, mengingat sebagai BUMN IUP merupakan asset yang tidak boleh lepas dari cengkraman, agar tidak menimbulkan potensi kerugian negara karena kehilangan asset.

"Kami akan mempertahankan aset kami sampai titik darah penghabisan, pasti lah itu, karena pertanggungjawaban kami pada aset yang hilang bagaimana," kata Alwin, kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Walaupun belum ada detail jumlah maupun luas IUP milik perusahaan plat merah tersebut yang akan dibekukan, namun dapat dipastikan akan ada banyak IUP yang akan dicabut, karena bersinggungan dengan zona peruntukan diluar pertambangan, terutama untuk kawasan laut dan pantai.

Hal ini disebabkan, hampir seluruh wilayah Provinsi Babel terbagi dalam ratusan IUP yang mayoritas dimiliki PT Timah dan sebagian lainnya dimiliki oleh perusahaan timah swasta dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

"Kami mencoba menyajikannya secara ilmiah tanpa politisasi dan tanpa opini. Yang kami sampaikan itu bahwa timah berbeda dengan pasir," ujar Alwin.

PT Timah berharap agar DPRD dan Pemprov Babel tidak gegabah dalam menentukan zonasi wilayah, mengingat pertambangan timah juga merupakan roda penggerak perekonomian Babel dan penyumbang devisa yang cukup besar bagi negara.

"Kalau ada yang menetapkan zonasi bukan untuk penambangan timah di daerah yang ada timahnya kita harus menganalisa kembali, ini kan berkah Tuhan dan bukan materi yang bisa diperbaharui. Kalau saya mari kita manfaatkan semaksimal mungkin habis itu silahkan (buat zona) kita kelola dengan benar," tukasnya. (dag/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL