Budidaya Ikan Hias Lapangan Kerja Baru Bernilai Eksport

Endi    •    Kamis, 25 Juli 2019 | 11:22 WIB
Lokal
Sekretaris Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Septiama, bersama Wagub Babel, Abdul Fatah.(dag/wb)
Sekretaris Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Septiama, bersama Wagub Babel, Abdul Fatah.(dag/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Potensi bisnis ikan hias saat ini terbilang cukup menjanjikan, mengingat alam Indonesia sangat mendukung untuk budidaya berbagai jenis ikan hias terutama jenis guppy dan cupang yang trennya sedang mendunia.

Termasuk di kawasan Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang saat ini pecinta ikan hias mulai tumbuh menjamur. Oleh karenanya pecinta, pehoby dan pembudidaya ikan hias di Babel diminta jeli melihat peluang tersebut, sehingga menghasilkan pendapatan yang menjanjikan.

Hal tersebut disampaikan, Sekretaris Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia, Septiama, dalam kunjungannya ke Bangka Belitung (Babel), Selasa (23/7/2019).

"Sekarang trend dunia itu juga mulai melihat ke sektor-sektor pengolahan ikan hias, kebutuhan untuk hiburan guppy dan cupang ini sekarang lagi tren di seluruh wilayah nusantara, peningkatannya luar biasa sampai 1.000 persen, bukan hanya di Bangka Belitung saja tapi seluruh provinsi tren ini sedang menggeliat," jelas Septiama.

Apalagi, kata dia, untuk eksport ikan hias dapat dilakukan secara online atau bisa dikirim melalui pos.

"Ini bisa dilakukan oleh sektor-sektor usaha kecil atau home industri, karena memang tidak begitu sulit cara penanganannya, ekspornya pun cukup mudah tidak perlu holding besar, mereka bisa mengirim via pos maupun online asal memenuhi persyaratan karantina," terangnya.

Untuk itu pemerintah daerah khususnya, dapat membantu memfasilitasi permintaan dan eksport ikan tersebut, sebab budidaya ikan hias menjadi lapangan kerja baru yang harus disosialisasikan dan dimanfaatkan anak muda.

"Kita harus mengantisipasi dengan permintaan ini, memfasilitasi untuk bisa mendukung ekspor, jadi komunitas-komunitas yang ada saat ini harus kita bina dan kita bangun, harus kita sosialisasikan karena ini adalah lapangan baru yang cukup menarik," imbuhnya.

Kepala BKIPM Pangkalpinang, M Darwin Syahputra menambahkan, perlengkapan syarakat esport ikan hias bisa dilakukan secara online maupun datang langsung ke BKIPM Pangkalpinang yang merupakan lembaga dibawah Kementerian Kelautan dan perikanan (KKP), di Kawasan Komplek Perkantoran Guberbur Babel.

"Untuk eksport budidaya ada sertifikat cara karantina ikan yang baik. Itu mudah semua bisa online tidak perlu datang ke kantor. Mudah-mudahan Bangka Belitung memiliki banyak pelaku usaha yang memiliki izin eksport tersebut," tukasnya.(dag/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE