Tambang Ilegal di Marbuk Marak, Warga Berok Temui Didit

Firman    •    Senin, 22 Juli 2019 | 16:12 WIB
Lokal
Warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba saat beraudensi dengan Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(fn/wb)
Warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba saat beraudensi dengan Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya.(fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Sejumlah warga Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya, Senin (22/7/2019) di ruang kerjanya.

Kedatangan warga Berok ini untuk menolak aktivitas TI ilegal di Kawasan Merbuk, Kenari dan Pungguk yang sudah sangat meresahkan warga sekitar.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya Ketua DPRD tersebut, selain dihadiri Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya juga dihadiri Plt Kadis ESDM Provinsi Babel Rusbani.

Salah satu perwakilan masyarakat yang juga Ketua RT 12 dan pengrus Masjid Kelurahan Berok, Mustar mengatakan, kedatangan mereka ingin mengadu terkait aktivitas pertambangan di daerah mereka yang semakin marak.

"Karena kalau dibiarkan terus-menerus aktivitas pertambangan yang ada disekitar Berok itu, akan berdampak  bagi lingkungan kami dan bisa menyebabkan banjir atau lumpur," ungkap Mustar.

Mustar juga menambahkan, aktivitas pertambangan tersebut sudah cukup lama dan terkesan dilakukan kucing-kucingan lantaran penambangan beraktifitas malam hari.

"Jadi kami meminta kepada pihak terkait untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan Ilegal tersebut," harap Mustar.

Selain itu menurut salah satu warga Kelurahan Berok, Kabupaten Bangka Tengah, juga menyebutkan, jika warga sekitar sempat diancam oleh pihak pengelola tambang apabila berani membakar tambang tersebut.

"Jika ada warga yang berani membakar alat-alat tambang tersebut, maka rumah warga pun akan dibakar oleh pihak pengelola tambang," sebut salah satu perwakilan masyarakat.

 

Warga pun mencurigai jangan-jangan ada oknum-oknum tertentu, yang ikut membekingi tambang tersebut.

"Kami pun sudah tidak tahu harus berbuat apalagi, maka dari itu kami ke sini untuk meminta bantuan Pak Ketua agar aktivitas TI di wilayah kami itu segera dihentikan, lagian aktivitas pun sudah lama sejak 2014 lalu dan sampai sekarang masih tetap beraktivitas," keluh salah satu perwakilan masyarakat.

Sementara itu Ketua DPRD Bangka Belitung Didit Srigusjaya meminta warga untuk tetap kompak.

"Jangan sampai nanti ada yang pro dan kontra keberadaan TI di sekitar, dan kita juga meminta Kadis ESDM untuk berkoordinasi dengan Kapolda untuk penertiban aktivitas TI di daerah itu," tegas Didit.

Menanggapi hal itu, Plt Kadis ESDM, Rusbani menjelaskan pihaknya  tidak pernah mengeluarkan izin di pertambangan wilayah eks Koba Tin, kalaupun ada yang mengeluarkan izin tambang di daerah itu, bukan dari provinsi.

"Kami juga sudah meminta kepada Kapolda untuk melakukan penertiban terhadap tambang-tambang ilegal," tukas Rusbani.(fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL